Soal Cuitannya ‘Islam Arogan’, Abu Janda Dipanggil Bareskrim Polri

0

Soal Cuitannya ‘Islam Arogan’, Abu Janda Dipanggil Bareskrim PolriGaekon.com – Bareskrim Polri melayangkan surat panggilan untuk Permadi Arya atau Abu Janda Hari ini (1/2). Abu janda akan dimintai keterangan mengenai cuitan ‘islam arogan’ di akun twitternya.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Detik, Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Slamet Uliandi mengatakan bahwa Abu Janda tidak hanya dimintai keterangan mengenai ‘islam arogan’ saja, namun juga terkait cuitan ‘evolusi’ kepada eks komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai.

“Untuk pelaporan terhadap terlapor yang sama, dalam hal ini mengenai cuitan dugaan rasisme kepada Saudara NP (Natalius Pigai), yang bersangkutan juga akan kami panggil dalam panggilan yang berbeda,” terang Brigjen Slamet.

Abu Janda merasa bahwa tekanan publik sudah mulai besar agar dirinya diproses oleh pihak kepolisian. Maka dari itu sebagai warga negara yang baik, ia memastikan akan memenuhi panggilan polisi.

“Ya harus dong, kita warga negara harus taat hukum ya, warga negara yang baik,” kata Abu Janda.

Abu Janda dilaporkan atas tindak pidana kebencian atau permusuhan individu dan atau antar golongan (sara) UU No 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU No 11 tahun 2006 tentang informasi dan transaksi elektronik pasal 28 ayat (2) penistaan agama UU No 1 tahun 1946 tentang KUHP pasal 156A. Laporan tersebut bernomor: LP/B/0056/I/2021 tertanggal 29 Januari 2021.

Cuitan ‘Islam arogan’ di akun Twitter @permadiaktivis1 itu muncul ketika ia berbalas cuitan dengan Tengku Zul @ustadtengkuzul.

“Dulu minoritas arogan terhadap mayoritas di Afrika Selatan selama ratusan tahun, Apertheid. Akhirnya tumbang juga. Di mana-mana negara normal tidak boleh mayoritas arogan terhadap minoritas. Apalagi jika yang arogan minoritas. Ngeri melihat betapa kini Ulama dan Islam dihina di NKRI,” cuit akun @ustadtengkuzul.

Kemudian Abu Janda membalasnya dengan menyebut Islam yang dibawa dari Arab sebagai agama arogan karena mengharamkan budaya asli dan kearifan lokal yang ada di Indonesia.

“Yang arogan di Indonesia itu adalah Islam sebagai agama pendatang dari Arab kepada budaya asli kearifan lokal. Haram-haramkan sedekah ritual laut sampai kebaya diharamkan dengan alasan aurat,” cuitan Abu Janda.

“Ritual tradisi asli dibubarin alasan syirik, pake kebaya dibilang murtad, wayang kulit diharamin.. dan masih banyak lagi upaya penggerusan pemusnahan budaya lokal dengan alasan syariat.. kurang bukti apalagi islam memang arogan terhadap kearifan lokal?,” lanjut cuitannya.

Atas cuitan ‘islam arogan’ itulah, Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti sempat mengajak warganet untuk berhenti mengikuti akun Twitter Abu Janda. Susi menilai selama ini cuitan Abu Janda telah menyinggung perasaan publik.

Menurut Susi, tidak sepantasnya Abu Janda membuat cuitan yang menyinggung perasaan publik, apalagi di masa pandemi Covid-19.

D For GAEKON