Soal Sipadan dan Ligitan ke Malaysia Mahfud MD Beberkan RI dapat Pulau Baru di Aceh Barat

0

Soal Sipadan dan Ligitan ke Malaysia Mahfud MD Beberkan RI dapat Pulau Baru di Aceh BaratGaekon.com – Menkopolhukam Mahfud MD akhirnya bersuara terkait anggapan masyarakat yang menilai bahwa pemerintah telah lalai dalam menjaga pertahanan dan kedaulatan negara. Akibatnya, Pulau Sipadan dan Ligitan lepas dari Indonesia berdasarkan putusan Mahkamah Internasional pada 17 Desember 2002 atau tepat 17 tahun lalu. Kini dua pulau itu masuk wilayah Malaysia.

Ia menjelaskan, bahwa lepasnya Pulau Sipadan dan Pulau Ligitan ke Malaysia bukan disebabkan lemahnya sistem pertahanan Indonesia. Namun karena sisi yuridis yang memutuskan kedua pulau itu bukan lagi bagian dari NKRI.

“Kadang kala kita selalu mengeluh. Indonesia ini tidak mampu menjaga kedaulatan, kita sampai kehilangan Pulau Sipadan Ligitan. Saya kira kehilangan Sipadan Ligitan itu soal historik saja, soal yuridis, bukan soal pertahanan,” kata Mahfud kepada wartawan, Rabu (16/12/2020) seperti yang dilansir dari Kumparan.

Kabar soal lepasnya Pulau Sipadan dan Ligitan bahkan disebut Mahfud sempat menutup kabar baik soal Indonesia yang baru mendapatkan tambahan pulau baru. Namun, Mahfud tidak menjelaskan secara detail nama pulau yang disebutnya berada di sekitar Aceh Barat. Namun ia mengklaim bahwa luas pulau baru itu beribu-ribu kali lebih luas ketimbang Pulau Sipadan dan Ligitan.

“Tapi orang tidak pernah berpikir juga bahwa tahun 2017 itu pemerintah justru mendapat tambahan pula baru di Aceh Barat sana yang luasnya 20-2000 kali Pulau Sipadan Ligitan, baru diakui PBB sejak tahun 2017,” ucap Mahfud.

“Ini kan seluas Pulau Madura misalnya. Itu diperoleh, tetapi kita tidak pernah menyebut itu, apalagi memberi pujian. Sebaliknya kekecewaan terhadap hilangnya Sipadan dan Ligitan,” lanjut dia.

Mahfud MD memastikan, agar kasus Sipadan dan Ligitan kedepannya tidak kembali terulang. Bahkan dirinya juga mengajak kepada seluruh pihak berperan aktif dalam menjaga kedaulatan negara sebaik mungkin. Tidak hanya itu saja, bagi daerah atau pulau yang hingga kini belum teregistrasi dengan Indonesia, jika bisa dimiliki, maka Indonesia akan mengambilnya dengan cara baik.

“Jadi mari kita bekerja sebaik-baiknya. Yang ada kita jaga, yang belum teregistrasi dengan baik, kita ambil secara baik,” tutup Mahfud.

Z For GAEKON