Merasa Tersinggung, Staf KLHK Marah-Marah Saat Webinar Bertajuk Taman Nasional Komodo & Jurassic Park

0

Merasa Tersinggung, Staf KLHK Marah-Marah Saat Webinar Bertajuk Taman Nasional Komodo & Jurassic ParkGaekon.com – Ketegangan mendadak terjadi dalam webinar bertajuk Taman Nasional Komodo & Jurassic Park ‘Konservasi atau Investasi?’.

Seperti yang dilansir GAEKON dari CNN, dalam momen itu Salah satu staf di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia, Moko marah-marah lantaran merasa tersinggung dengan tulisan di dalam slide webinar.

Moko sebenarnya tidak terdaftar sebagai pengisi materi. Perwakilan KLHK yang mengisi materi dalam webinar tersebut sejatinya adalah Direktur Jenderal Konservasi Sumberdaya Alam Ekosistem (KSDAE), Wiratno.

Namun Moko sebagai staf Wiratno dipersilakan untuk berbicara karena sang dirjen yang meminta waktu khusus kepada moderator untuknya.

Moko kemudian meminta moderator untuk menampilkan slide atau salindia salah satu pemateri dari peneliti Sunspirit for Justice and Peace, Venan Haryanto.

Disitulah ketegangan mulai terjadi. Moko mengatakan bahwa tulisan di dalam slide itu membuat pihaknya tersinggung.

“Bu Lusi [moderator] ada satu slide dari pak Venan, mohon berkenan dibaca; ‘Selamatkan Taman Nasional Komodo dari Kejahatan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,” ucap Moko dalam webinar itu yang diakses di Youtube HIMAP UB, Kamis (16/9).

Wiratno pun mempertanyakan maksud dari slide itu dan bergantian mencak-mencak dengan Moko. Mereka menilai slide itu berisi tuduhan bahwa KLHK telah melakukan kejahatan lingkungan.

“Apa maksudnya ini?” sahut Wiratno.

“Memang kami penjahat? Kami bukan penjahat wey!” sambung Moko dengan nada tinggi.

Moko kemudian meminta agar pemateri membuat materi yang sopan dan tidak boleh menyinggung KLHK. Wiratno juga langsung mengingatkan agar pemateri lebih hati-hati. Menurutnya, jika sampai kena tegur Komite Warisan Dunia UNESCO, Indonesia akan malu.

“Bikin malu itu. UNESCO bisa tegur itu. Ini kan hoaks. Kalau UNESCO ngomong, itu lembaga internasional. Memalukan kita itu,” katanya.

Momen webinar itu seketika semakin memanas. Moderator webinar itu pun terlihat beberapa kali mencoba menengahi ketegangan yang terjadi. Venan yang di slidenya dipermasalahkan ini mengaku emosi juga. Menurutnya, yang dilemparkan itu bukan pada tempatnya, dan tak terkait dengan konteks kritik atas upaya konservasi wilayah tersebut.

“Ya sebenarnya begini, mesti harus sabar [KLHK]. jadi UNESCO sudah keluarkan teguran, jadi sadarlah tidak usah merasa baper dengan kritik yang kita berikan, belajar dari itu, dan mari evaluasi total keseluruhan pembangunan yang ada di kawasan taman nasional,” ujarnya.

Menteri KLHK Belum Memberi Tanggapan

Sampai saat ini Menteri KLHK Siti Nurbaya dan Wiratno belum menanggapi soal berita tersebut. Sejumlah peserta webinar itu juga turut berbicara mengungkapkan kekecewaannya pada Wiratno dan Moko sebagai perwakilan KLHK.

“Bagaimana lembaga pemerintah kok ada mengancam-ancam. Kok bisa di depan mahasiswa. Pemerintah bagaimana dong sudah ditegur UNESCO?” kata peserta webinar itu.

“Bapak [merujuk ke staf KLHK] sepertinya baru gabung ya? Saya peserta biasa saya paham dengan penjelasan Pak Venan. Itu ada konteksnya, tapi kok bapak mengancam ini, barang ini. Wakil pemerintah itu harus wise pak dalam menanggapi suara-suara civil society,” sambung peserta lainnya.

Sebelumnya, UNESCO meminta pemerintah Indonesia menghentikan sementara semua proyek infrastruktur di dalam dan sekitar Taman Nasional Komodo yang berpotensi berdampak pada nilai universal luar biasa atau Outstanding Universal Value (OUV).

D For GAEKON