Status Hukum Anak Akidi Tio Masih Abu-Abu, Polisi: Dalilnya Uang Rp 2 Triliun Hari Ini Cair

0

Status Hukum Anak Akidi Tio Masih Abu-Abu, Polisi: Dalilnya Uang Rp 2 Triliun Hari Ini CairGaekon.com – Direktur Intelkam Polda Sumsel Komisaris Besar Ratno Kuncoro menetapkan anak bungsu Akidi Tio, Heriyanti sebagai tersangka kasus uang hibah Rp 2 Triliun yang tidak benar.

Seperti yang dilansir GAEKON dari CNBC, Ratno mengatakan Polda Sulsel menggunakan pasal penghinaan negara dan penyiaran berita tidak pasti untuk menjerat Heriyanti.

“Sekarang tersangka masih diperiksa, statusnya saat ini sudah tersangka karena kita sudah mengumpulkan alat bukti yang cukup,” ujar Ratno, Senin (2/8).

Ratno menerangkan bahwa Heriyanti akan dikenakan UU nomor 1 tahun 1946, pasal 15 dan 16. Ancaman (pidana) di atas 10 tahun karena telah membuat kegaduhan.

Saat ini penyidik masih mendalami motif yang melatarbelakangi Heryanti melakukan hal tersebut. Pihaknya pun masih menyelidiki seberapa jauh keterlibatan dokter pribadi keluarga Akidi, Hardi Darmawan, yang menjadi perantara dalam pemberian bantuan secara simbolis kepada Kapolda Sumsel Inspektur Jenderal Eko Indra Heri.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Supriadi mengatakan bahwa status Heriyanti saat ini masih proses pemeriksaan dan belum tersangka. Supriadi menjelaskan keperluan Heriyanti datang ke Polda Sumsel membahas soal bilyet giro terkait pencairan dana Rp 2 triliun.

Anak Dan Dokter Pribadi Akidi Tio Masih Di Periksa

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel Kombes Hisar Siallangan masih memeriksa intensif dua orang keluarga almarhum Akidi Tio, Heriyanti dan dokter pribadi Akidi, dr Hardi Darmawan terkait kepastian dana hibah Rp 2 triliun.

Hisar mengatakan keduanya diperiksa untuk dimintai keterangan terkait kepastian uang jumbo tersebut karena sampai saat ini uang tersebut belum ada padahal sudah jatuh tempo pencairan.

“Dalilnya masih begitu (besok cair). Tapi Ya kita dengarkan saja besok,” katanya.

Dia menegaskan saat ini belum dapat dipastikan terkait status kedua orang tersebut karena tim penyidik Reserse Kriminal Umum masih menyelidiki keterangan yang mereka berikan.

Heriyanti diperiksa selama 9 jam oleh penyidik Ditreskrimum Polda Sumsel terkait donasi Rp 2 triliun untuk penanggulangan Covid-19, Senin (2/8). Heriyanti tiba di Mapolda Sumsel pukul 12.59 WIB dan langsung digiring masuk ke ruang Dir Ditkrimum Polda Sumsel dengan pengawalan sejumlah petugas.

D For GAEKON