Sulit Dijangkau Alat Berat, Pencarian Korban Tanah Longsor Tapanuli Selatan Terkendala

0

Sulit Dijangkau Alat Berat, Pencarian Korban Tanah Longsor Tapanuli Selatan TerkendalaGaekon.com – Sulitnya dijangkau alat berat membuat pencarian korban tanah longsor di Desa Muara Hutaraja, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara menjadi terhalang.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati mengungkapkan bahwa lokasi terjadinya tanah longsor itu menyulitkan pencarian korban yang masih hilang.

“Lokasi terjadinya tanah longsor menyulitkan pencarian korban yang masih hilang. Perkembangan terkini, delapan orang masih diperkirakan hilang,” terangnya.

Radit melaporkan bahwa masih ada delapan orang yang hilang. Laporan ini dihimpun terakhir per hari Minggu (2/5) pukul 17.00 WIB.

Raditya mengungkapkan bahwa lokasi terdampak cukup terjal sehingga menyebabkan tim pencarian hanya bisa menggunakan peralatan seadanya.

“BPBD Tapanuli Selatan melaporkan bahwa kondisi terdampak terjal, sehingga alat berat kesulitan dalam melakukan manuver. Tim gabungan menggunakan peralatan sederhana,” ungkapnya.

Dalam proses pencarian di lapangan, tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, dan unsur sukarelawan menekankan keamanan di lapangan.

Berdasarkan analisis BNPB, Kabupaten Tapanuli Selatan merupakan kawasan dengan potensi bahaya tanah longsor, kategori sedang hingga tinggi.

Totalnya ada 14 yang masuk ke dalam kategori tersebut dengan luas total kecamatan sekitar 222.903 hektar. Salah satunya Kecamatan Batang Toru.

BNPB menyatakan bahwa peristiwa tanah longsor kali ini dipicu oleh beberapa hal. Salah satunya hujan dengan intensitas tinggi yang berdurasi cukup lama pada Kamis sore (29/4) sekitar pukul 15.00 WIB.

Selain faktor cuaca, pemicu lainnya, kata Raditya, disebabkan karena struktur tanah yang labil. Dalam peristiwa tanah longsor ini, 5 warga dinyatakan meninggal dunia.

Kelima warga tersebut saat ini telah dievakuasi ke fasilitas Kesehatan setempat. Tanah longsor di Desa Muara Hutaraja ini juga merusak dua rumah warga.

D For GAEKON