Surabaya Banjir, Masuk Rumah Warga hingga Jalanan Macet Parah

0

Surabaya – Hujan deras yang turun di Surabaya selam lebih dari dua jam pada Jumat (31/1), mengakibatkan banjir yang lumayan parah. Hujan dipantau turun sejak pukul 16.00 WIB.

Baca juga : Banjir Bondowoso, Khofifah Akan Turun Langsung Bawa Bantuan

31/01/2020

Hujan deras yang melanda kota Surabaya sejak sore mengakibatkan genangan air & banjir disejumlah titik. Hal ini terlihat disebagian besar sungai Gayung Kebonsari. Akibat tidak mampunya sungai untuk menampung volume air, banjir dan macet menjadi tidak terhindarkan.

Dikirim oleh Gaekon pada Sabtu, 01 Februari 2020

Dari pantauan GAEKON di lapangan, beberapa daerah yang terdampak banjir kemarin diantaranya adalah wilayah Karah Agung I Surabaya. Tampak puluhan rumah terendam air dengan ketinggian 30cm.

Amal, salah satu warga di sana menjelaskan, air mulai masuk sekitar pukul 18.00 WIB. Dia sempat kaget ketika mengetahui rumahnya telah terendam saat pulang kerja. Menurutnya ini adalah banjir pertama sejak 10 tahun terakhir.

“Baru pertama ini sejak 10 tahun terakhir. Dulu pernah parah, Cuma sudah sangat lama,” ucapnya.

Sementara di halaman Rumah Sakit Islam (RSI) Surabaya, ketinggian air mencapai lutut orang dewasa. Air juga masuk ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) setinggi 15cm. Hal ini menyebabkan petugas sibuk memindahkan seluruh peralatan medis ke tempat yang lebih aman.

“Air masuk UGD sekitar 15cm. Ruang rawat inap juga (terendam air),” jelas David, salah satu perawat ICU RSI Wonokromo. Meski tergenang, pelayanan RSI tetap buka seperti biasa. Pantauan terakhir pada pukul 20.00 WIB, air masih menggenangi halaman ruang rawat inap.

Sementara itu di daerah Layang Wonokromo yang dekat dengan lokasi RSI, ketinggian air mencapai ketinggian lutut orang dewasa. Hal ini mengakibatkan banyak pengendara roda dua yang harus menuntun sepeda motornya melewati banjir tersebut.

Jalan lain yang terdampak antara lain, Jalan Embong Wungu, Panglima Sudirman, Raya Darmo, Joyoboyo dan Jalan Layang Wonokromo. Lalu lintas terpantau juga mengalami kemacetan Petugas kepolisian tampak sibuk bertugas di lapangan untuk mengarahkan kendaraan roda dua agar tidak melewati jalan yang tergenang.

Walikota Surabaya Tri Rismaharini seperti biasanya langsung terjun untuk mengatasi banjir yang terjadi. Hal ini disampaikan Kabag Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajantara. Dia menyampaikan bahwa Risma langsung turun ke lapangan usai menerima tamu dari DPRD Kabupaten Aceh Tengah.

“Sejak pukul 16.30 WIB, Ibu (Risma) sudah turun ke lokasi,” katanya pada GAEKON.

Di kawasan monumen Bambu Runcing, Risma tampak bersama Kepala Dinas PU Bina Marga, Kepala Dinas Kominfo, Kasat pol PP serta Kepala Dishub Surabaya bahu membahu membersihkan selokan.

Pada pukul 21.00 WIB, Risma terlihat di kawasan Wonokromo, berusaha mencari jalan agar air segera surut. Hingga pukul 23.00 WIB, Risma masih terpantau bersama Kepala OPD Pemkot Surabaya memimpin proses pengerukan di gorong-gorong dengan dua alat berat dan beberapa dump truk.

Belasan mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) dan tangki air juga dikerahkan untuk menyedot air di jalan maupun gorong-gorong yang telah penuh air. Seperti tampak di Jalan Dharmawangsa dan Gubeng Kertajaya.

“Kami dari PMK dan DKRTH ditugaskan untuk menyedot air di gorong-gorong dan jalan,” ujar salah seorang petugas PMK Surabaya.

Air yang ditampung disalurkan ke saluran yang tergenang. Selain itu sebagian juga akan dipergunakan untuk persediaan untuk menyiram taman.

W For GAEKON