Susul KPAI, Setara Institute Laporkan Aisha Weddings Ke Polisi

0

Susul KPAI, Setara Institute Laporkan Aisha Weddings Ke PolisiGaekon.com – Jasa penyelenggara pernikahan, Aisha Weddings yang sempat viral, kini diburu beberapa laporan. Sahabat Milenial Indonesia (Samindo) Setara Institute melaporkan situ ini.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Medcom, Menyusul Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Setara Institute melakukan tindakan sama dengan KPAI.

Pegiat Sahabat Milenial Indonesia (Samindo) Setara Institute Disna Riantina mengatakan bahwa dirinya telah mendalami website tersebut.

“Kami mendalami, membuka web aishawedding.com, kemudian kita (lihat) ada anjuran-anjuran tentang menikahkan atau mewajibkan anak perempuan menikah pada usia 12 hingga 21 tahun,” kata Disna.

Aisha Weddings juga disebut mendiskreditkan perempuan sebagai beban orang tua. Pernyataan itu dinilai berpotensi menimbulkan opini negatif terkait perempuan.

“Karena di dalam web itu ditulis bahwa cepat-cepatlah menikah agar tidak menjadi beban dari orang tua kalian,” ucap Disna.

Disna membawa barang bukti berupa pamflet Aisha Weddings. Selain itu ia juga membawa salinan dari situs wedding organizer tersebut. Laporan Disna diterima dengan nomor LP/800/YAN.2.5./2021/SPKT PMJ tanggal 10 Februari 2021. Pihak pelapor yakni Disna Riantina, dan terlapor masih dalam penyelidikan.

Terlapor diduga telah melanggar Pasal 27 ayat 1 Jo Pasal 45 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan atau Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan atau Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1974 tentang Perkawinan.

Disna berharap kepolisian memproses laporan tersebut. Ia juga memastikan mengawal proses hukum atas laporan itu.

“Kami akan mengawal kasus ini sampai tuntas karena tadi kita mulai dari pukul 16.00 WIB, alhamdulillah diterima dengan baik dan dikupas oleh Polda, jadi kami akan mengawal kasus ini sampai tuntas,” ungkapnya.

Sebelumnya, Polisi juga telah menindaklanjuti laporan (KPAI) terhadap Aisha Weddings. Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono mengatakan bahwa pihak polisi tidak akan diam atas permasalahan tersebut.

“Masalah wedding organizer yang sekarang telah dilaporkan oleh KPAI ke Bareskrim Polri tentunya kami akan mendalami permasalahan ini,” kata Rusdi.

Aisha Weddings belakangan ini ramai dibicarakan di media sosial Twitter. Jasa penyelenggara pernikahan itu menganjurkan perempuan muslim menikah muda di usia 12-21 tahun. Situs tersebut juga mengajak pria untuk poligami dan nikah siri.

D For GAEKON