Surabaya, JATIM – Penyebaran virus Covid-19 atau corona berdampak pada berlangsungnya Liga 1 2020. Pemain Persebaya Surabaya dikhawatirkan terinfeksi virus tersebut. Ada rencana pihak manajemen melalui pelatih Aji Santoso untuk melakukan tes corona kepada seluruh pemainnya.

Aji Santoso meminta tes itu segera dilakukan tidak hanya kepada pemain tapi juga staf Persebaya. ’’Apalagi, Surabaya ini kan masuk zona merah. Termasuk Malang juga,’’ kata pelatih yang akan berusia 50 tahun itu kepada GAEKON 22 Maret 2020.

Pelatih asal Malang itu was-was dengan kondisi Surabaya yang sudah berstatus zona merah corona. Tes itu nantinya untuk memastikan kondisi seluruh tim Persebaya.

Sementara itu, Gelandang Persebaya Aryn Williams memberikan suportnya. Pemain asal Australia itu sempat bicara dengan Manajer Candra Wahyudi. ’’Saya juga sudah sampaikan ke pelatih dan dokter tim. Melakukan tes virus korona adalah ide bagus,’’ ucap pemain kelahiran 28 Oktober 1993 tersebut.

Dia berkata tes itu sangat dibutuhkan. Terlebih semua tim Persib Bandung sudah melakukannya. “Hasilnya semua negatif. Itu bagus buat tim,’’ jelasnya.

Aryn berharap pemain bisa tahu kondisi yang mereka alami. ’’Kalaupun ada yang tidak sehat, kami bisa langsung mengetahui dan melakukan langkah antisipasi,’’ tambah pemain Perth Glory tersebut.

Banyak langkah yang diambil oleh Persebaya dalam mengahadapi corona. Kesebelasan itu mulai mengadakan latihan tertutup. Padahal biasanya mereka sering melakukan latihan terbuka yang sering dilihat oleh para Bonek.

Dalam latihan juga pemain wajib membersihkan tangan dengan hand sanitizer. Para pemain juga diatur pola makannya selama di luar lapangan demi kondisi badan yang fit.

Pihak manajemen juga meliburkan aktivitas latihan rutin mereka. Aktivitas itu libur selama seminggu kedepan. “Iya, saya setelah berdiskusi dengan manajer Candra Wahyudi sambil menunggu info lebih lanjut, tim kami liburkan seminggu ke depan,” kata pelatih Persebaya, Aji Santoso.

Meski memberi jatah libur tersebut, Aji tetap membekali dengan menu latihan individu untuk dilakukan di rumah masing-masing. “Pemain kami kasih materi individual training yang bisa dilakukan saat berlatih di rumah,” ujar Aji.

Namun, Aji Santoso mengizinkan pemain Bajul Ijo pulang kampung. Padahal, langkah tersebut dinilai cukup berisiko lantaran Surabaya merupakan zona merah Covid-19. “Saya juga tidak melarang pemain untuk pulang kampung,” terang dia.

“Kalau pemain asing, saya pikir harus mengikuti anjuran dari pemerintah,

“Yang pasti, para pemain harus berhati-hati menjaga kesehatan agar tidak terkena virus Corona. Karena kesehatan lebih penting dari sepak bola,” tandas eks pelatih Persela Lamongan dan Arema FC tersebut.

K For GAEKON