Tak Berizin, Dua SMA Di Mojokerto Gelar Acara Wisuda Dibubarkan Paksa

0

Tak Berizin, Dua SMA Di Mojokerto Gelar Acara Wisuda Dibubarkan PaksaGaekon.com – Petugas gabungan polisi, TNI dan Satpol PP membubarkan paksa acara wisuda SMA di Kota Mojokerto, Jawa Timur.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Detik, Acara tersebut diduga tidak berizin dan dinilai menimbulkan kerumunan. Pembubaran paksa itu dipimpin langsung oleh Kapolres Mojokerto Kota AKBP Deddy Supriadi.

Acara wisuda yang dibubarkan paksa tersebut di SMAN Wringinanom, Gresik di Emerald Hall Hotel Ayola, Jalan Benteng Pancasila dan wisuda siswa SMAN 1 Puri, Kabupaten Mojokerto di Gedung Astoria Jalan Empunala.

“Kegiatan ini tidak mempunyai izin maupun pemberitahuan kepada Satgas Covid-19 Kota Mojokerto. Mereka hanya koordinasi dengan satgas di tingkat kecamatan. Sifatnya hanya koordinasi, bukan izin. Karena banyaknya masyarakat yang berkumpul tidak diizinkan sehingga kami lakukan pembubaran,” kata Deddy.

Deddy menerangkan bahwa pembubaran paksa itu dilakukan lantaran memicu kerumunan di tengah pandemic Covid-19.

Satreskrim Polres Mojokerto Kota saat ini menyelidiki tindak pidana terkait Pasal 93 UU Nomor 6 tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan.

“Ancaman hukumannya satu tahun penjara. Namun, kami lakukan penyelidikan dulu. Nanti akan kami informasikan kalau sudah ada tersangka,” jelasnya.

Selain itu, Satpol PP Kota Mojokerto juga mencabut sertifikat layak operasi milik Emerald Hall Hotel Ayola dan Gedung Astoria.

Dalam aksi pembubaran paksa itu, polisi mengamankan 42 orang dari lokasi pembubaran ke Mapolres Mojokerto Kota. Mereka adalah pengelola Emerald Hall Hotel Ayola dan Gedung Astoria, panitia wisuda SMAN Wringinanom dan SMAN 1 Puri, serta kepala kedua sekolah negeri tersebut.

“Kami lakukan upaya paksa pembubaran dan pengambilan keterangan dari orang-orang yang bertanggungjawab. Sementara kedua gedung kami lakukan penutupan untuk keperluan pengambilan barang bukti,” terang Deddy.

D For GAEKON