Tak Bisa Gunakan Whatsapp, 8 Pegawai Nonaktif KPK Diduga Alami Peretasan

0

Tak Bisa Gunakan Whatsapp, 8 Pegawai Nonaktif KPK Diduga Alami PeretasanGaekon.com – Sebanyak 8 pegawai nonaktif Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diduga mengalami peretasan saat berada di Kantor Darurat Pemberantasan Korupsi, Senin (27/9). Mereka tidak bisa menggunakan aplikasi pesan Whatsapp dan akun media sosial Telegram.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Kompas, kedelapan pegawai tersebut diantaranya Waldy Gagantika, Qurotul Aini Mahmudah, Farid Andhika, Damanik, Christie Afriani, Tri Artining Putri, Rieswin Rachwell, dan Nita Adi Pangestuti.

Menurut keterangan salah satu pegawai KPK, Ronald Paul Sinyal peretasan sudah berlangsung sejak pukul 14.00 WIB. Empat dari delapan orang itu mengalami peretasan dalam rentang waktu yang hampir bersamaan.

“Diambil nomornya oleh orang yang enggak dikenal,” ujarnya.

Hingga saat ini, hanya akun milik Farid Andhika yang sudah berhasil dipulihkan. Seperti diketahui, 56 pegawai KPK akan diberhentikan dengan hormat pada 30 September 2021.

Mereka dinonaktifkan setelah dinyatakan tidak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK) sebagai bagian dari alih status pegawai menjadi aparatur sipil negara (ASN).

Sementara Kantor Darurat Pemberantasan Korupsi di depan Gedung ACLC KPK itu merupakan bentuk kekecewaan terhadap kinerja KPK dan pemberantasan korupsi saat ini. Kantor tersebut didirikan oleh jaringan solidaritas masyarakat sipil.

D For GAEKON