Tak Kunjung Cairkan Insentif Nakes, Mendagri Tito Tegur Pemprov Sulut

0

Tak Kunjung Cairkan Insentif Nakes, Mendagri Tito Tegur Pemprov SulutGaekon.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian menegur Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara soal dana insentif tenaga kesehatan (Nakes) yang tak kunjung dicairkan.

Padahal, Pemprov Sulut telah memegang dana yang bisa digunakan untuk penanganan Covid-19 maupun insentif nakes.

Tito meminta agar pemerintah segera merealisasikan sisa BOKT tahun 2020, serta membayar insentif tenaga kesehatan daerah yang bersumber dari refocusing 8 persen DAU/DBH di tahun 2021, selain harus melaporkan realisasi pembayaran insentif tersebut.

Dalam surat teguran nomor 900/3924/SJ tersebut, disebutkan ada dua persoalan yang ditemukan dari hasil monitoring, yang berbuntut teguran keras tersebut.

Pertama, sisa BOKT TA 2020 yang belum terealisasi sebesar Rp 9.585.145.805 atau 39,9 persen dari pagu alokasi sebesar Rp 24.016.363.724. Kedua, temuan jika Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, baru merealisasikan anggaran Insentif nakes Daerah yang bersumber dari refocussing 8 persen dari DAU/DBH tangunggan anggaran 2021, sebesar Rp 6.920.681.906 atau 15,6 persen dari total anggaran sebesar Rp 44.498.005.098.

Insentif Nakes Sulawesi Utara Baru Terealisasi 15 Persen

Kepala Biro Pemerintahan Provinsi Sulawesi Utara, DR Jemmy Kumendong, mengakui jika saat ini insentif untuk tenaga kesehatan daerah baru terealisasi sekitar 15 persen dari total alokasi anggaran sebesar Rp 104 milliar.

“Pimpinan sebenarnya telah memerintahkan dinas kesehatan untuk mempercepatnya. Saat ini, untuk menunjang fungsi itu, verifikator khusus untuk dana ini sudah ditambah tiga orang,” kata Kumendong.

Kumendong mengatakan, hal tersebut karena lambatnya administrasi dari fungsi verifikasi dana tersebut.

Sebelumnya, Tito Karnavian menegur keras 19 pemerintah daerah yang belum mencairkan dana insentif bagi tenaga kesehatan.

D For GAEKON