Tak Mau Rugi Ditinggal Pengunjung, Pemilik Kafe Gembok Polisi

0

Tak Mau Rugi Ditinggal Pengunjung, Pemilik Kafe Gembok PolisiGaekon.com – Anggota Polsek Pondok Gede terkunci selama 30 menit dalam ruangan kafe saat sedang melakukan penindakan kerumunan di tempat hiburan malam. Diketahui pemilik kafe sengaja mengunci ruangan agar para pengunjung tidak kabur sebelum membayar pesanan.

Peristiwa itu terjadi di kafe Tiffany yang berlokasi di Jalan Raya Transyogi, Kota Bekasi, pada Minggu (13/12) sekitar pukul 00.30 WIB.

Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Pondok Gede Iptu Santri Dirga menuturkan saat itu Satgas Pemburu Covid-19 tengah menindak kafe tersebut karena beroperasi melebihi batas waktu yang telah ditentukan Pemkot Bekasi.

“Mereka melanggar peraturan, kita lihat rundown acaranya sampai jam 3 pagi,” kata Dirga saat dihubungi, Selasa (15/12).

Selain aturan jam operasional, kata Dirga, kafe itu juga melanggar aturan protokol kesehatan Covid-19, mulai dari pengunjung tidak menggunakan masker hingga tidak menjaga jarak.

Atas dasar itu, Satgas Pemburu Covid-19 pun langsung menuju kafe tersebut untuk melakukan penindakan dengan membubarkan pengunjung.

Namun, saat melakukan pembubaran itu, pintu ruangan kafe ternyata dikunci. Hal itu diketahui dari informasi pengunjung yang melaporkannya ke petugas.

“Kita cek ternyata benar terkunci,” ucap Dirga.

Aparat kepolisian lalu bertanya kepada pihak petugas keamanan kafe ihwal keberadaan kunci tersebut. Namun, pihak sekuriti mengaku tak mengetahuinya.

Setelahnya, kata Dirga, pihaknya bertanya kepada pihak manajemen kafe dan mendapat jawaban bahwa kunci dipegang oleh pelayan.

“Kita tanya waiter-nya malah mengaku enggak megang kunci,” ujarnya.

Dirga menuturkan pihaknya lantas mencari kunci tersebut dan menemukannya di salah satu meja waiters.

Seteleh diselidiki, ternyata pemilik kafe tersebut yang mengunci ruangan tersebut. Tujuannya, agar para pengunjung melakukan pembayaran dulu sebelum pergi meninggalkan lokasi.

“Jadi pemilik kafe mau pelanggan bayar bill-nya dulu, biar pelanggannya diselesaikan dulu bill-nya,” tutur Dirga.

Lebih lanjut, terkait pelanggaran protokol kesehatan kafe tersebut, Dirga menyebut pihaknya agar berkoordinasi dengan Pemkot Bekasi. Hal itu berkaitan dengan sanksi yang nantinya diberikan kepada kafe tersebut.

“Untuk penyegelan itu wewenang Pemda. Kita akan koordinasi karena untuk penindakan bukan di ranah kita,” tandasnya.

K For GAEKON