Tak Menyalahi Prosedur, Kasus Penistaan Agama 4 Petugas Forensik Dihentikan

0

Tak Menyalahi Prosedur, Kasus Penistaan Agama 4 Petugas Forensik DihentikanGaekon.com – Kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan empat petugas forensik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Djasamen Saragih akhirnya dihentikan.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Kompas, Kejaksaan Negeri (Kejari) Pematangsiantar menghentikan kasus tersebut karena tidak ditemukan adanya unsur pidana seperti yang disangkakan selama ini.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pematangsiantar, Agustinus Wijoyo, mengatakan bahwa dalam menjalankan tugasnya, para tersangka tidak menyalahi prosedur.

Menurut Agustinus tindakan yang dilakukan para tersangka sudah sesuai dengan surat keputusan kepala Dinas kesehatan Kota Pematangsiantar yang dikeluarkan dalam kondisi darurat sesuai dengan Perpres 12 Tahun 2020 tentang penetapan bencana non alam penyebaran Covid-19 sebagai bencana nasional.

“Sehingga dengan demikian niat jahat atau ‘Mens rea’ dari empat terdakwa untuk menodai agama Islam atau agama yang dianut di Indonesia, dengan cara memandikan jenazah wanita muslim yang bukan muhrim dan membuka pakaian sampai telanjang, tidak ditemukan adanya niat dari para terdakwa,” jelasnya.

Agustinus menyimpulkan bahwa unsur ketidaksengajaan tidak ditemukan dalam perkara ini. Para pelaku melakukan tugas pemulasaran pasien suspek Covid.

Oleh karena itu, berdasarkan Pasal 14 huruf (a) juncto Pasal 140 ayat 2 huruf (2) KUHAP, Kejari Pematangsiantar resmi mengeluarkan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKP2).

“Menghentikan penuntutan perkara pidana atas nama Dedi Agus Aprianto dan kawan-kawan karena tidak terdapat cukup bukti,” lanjut Agustinus.

Agustinus Wijoyo, mengatakan meski dalam berkas perkara mereka mengakui telah melakukan pemulasaran jenazah almarhumah Zakiah, namun, hal itu semata-mata untuk membersihkan kotoran yang melekat di dalam tubuh.

Selain tidak terpenuhinya cukup bukti, Agustinus mengakui jika perkara tersebut juga ditemukan adanya kekeliruan dari jaksa peneliti sebelumnya.

“Ditemukan kekeliruan dari Jaksa peneliti dalam menafsirkan unsur-unsur, sehingga tidak terpenuhinya unsur-unsur dakwaan kepada para terdakwa,” jelas Agustinus dalam konferensi pers di gedung Kejari Pematangsiantar.

Seperti diketahui, empat petugas forensik RSUD Djasamen Saragih berinisial DAAY, ESPS, RS, dan REP sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan kasus penistaan agama, karena memandikan jenazah pasien wanita.

D For GAEKON