Tak Merasa Jera, Tiga Kali Dibui Wanita Di Surabaya Ini Nekat Tipu Investasi Tanah Hingga Rp 48 Miliar

0

Tak Merasa Jera, Tiga Kali Dibui Wanita Di Surabaya Ini Nekat Tipu Investasi Tanah Hingga Rp 48 MiliarGaekon.com – Seorang wanita asal Surabaya, Jawa Timur Lily Yunita (48) berhasil diamankan polisi atas dugaan kasus penipuan investasi tanah.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Kumparan, Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko mengatakan bahwa modus tersangka menipu dengan menawarkan investasi terkait pembebasan lahan yang ada di daerah Osowilangun, Surabaya.

Pelaku menjanjikan keuntungan terhadap korban. Ia menawarkan investasi tanah kepada korban, namun tanah tersebut ternyata fiktif.

Kombes Pol Gatot mengatakan bahwa tersangka memberikan cek kepada korban, namun setelah dicek ke bank ternyata sudah tidak bisa dicairkan.

“Kerugiannya mencapai Rp 48 miliar. Tersangka memberikan cek kepada korban, tetapi setelah dicek ke bank ternyata sudah tidak bisa dicairkan,” katanya.

Wadirkrimum Polda Jatim, AKBP Nasrun Pasaribu, menambahkan jika tersangka Lily telah tiga kali menjalani hukuman dengan kasus yang sama pada tahun 2005, 2006 dan 2011 lalu di Polrestabes Surabaya.

Dalam waktu enam bulan secara bertahap, korban memberikan uang sebanyak Rp 48 miliar kepada tersangka. Nasrun mengatakan bahwa pelaku memiliki keahlian meyakinkan seseorang. Sehingga korban akhirnya tidak sadar.

Barang bukti yang berhasil diamankan adalah di antaranya 7 lembar cek Bank BCA beserta 7 lembar surat keterangan penolakan dari Bank BCA Cabang Pembantu Kusuma Bangsa Surabaya, 2 mobil merek Toyota Fortuner VRZ tahun 2020, 4 unit mobil jenis Mercedes benz, 3 unit mobil Pick Up, 6 buah jam tangan berbagai merek mulai dari Rolex, Franck Muller, 3 buah cincin Natural Blue Saphire, dan uang tunai Rp 100 juta.

“Dari barang bukti di sini kita kenakan pencucian uang sehingga kita kenakan TPPU, sehingga kita dapat mengembalikan aset daripada si pelapor, sehingga tidak hilang aset untuk bisa kita kembalikan kepada pelapor,” ungkapnya.

Penyidik menjerat tersangka dengan Pasal 378 KUHP dan atau 372 KUHP dan atau Pasal 3, Pasal 4 tentang pencurian dan penggelapan. Tersangka juga dijerat Pasal 5 UU RI No. 8 tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Tersangka diketahui merupakan warga Indrakila, Kelurahan Pacarkeling, Kecamatan Tambaksari, Surabaya.

D For GAEKON