Tak Paham Prosedur, WNI Dari Luar Negeri Ini Komplain Dijemput Taksi Ke Wisma Atlet

0

Tak Paham Prosedur, WNI Dari Luar Negeri Ini Komplain Dijemput Taksi Ke Wisma AtletGaekon.com – Video seorang perempuan WNI yang baru datang dari luar negeri mendadak viral. Pasalnya, dalam video berdurasi kurang lebih 4 menit itu ia melecehkan bangsanya sendiri yang tengah berjibaku menahan pandemi.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Beritasatu, Wanita yang bersuamikan pria Rusia bernama Ngambar Rukmi ini mengunggah video “curhatan” sepihak. Entah terbawa perasaan atau bagaimana, WNI “gedongan” ini membuat narasi nyinyir dalam videonya.

Ia merasa paling benar, dan dalam videonya itu ada kalimat memberi stigma buruk kepada Satgas Covid-19.

Pada 18 Februari 2021 pukul 22.00 WIB, Ngambar datang ke Wisma Atlet Tower 8 diantar mobil Golden Bird hitam, yang disebut pasien sebagai “taksi sewaan hotel Wyndham”. Ia didampingi satu petugas hotel dan satu prajurit TNI mengenakan APD level 3.

Oleh dr Bara Kharisma diberi tahu ihwal mekanisme dan protokol isolasi selama di Tower 8, terutama mengenai pasien kedatangan internasional.

Sesuai keputusan menteri kesehatan, pasien kedatangan internasional dengan hasil swab PCR-test positif harus diisolasi selama 10 hari dan tidak dilakukan follow up PCR-test setelah masa isolasi selesai.

Pasien menolak dilakukan isolasi. Ia memprotes karena ada teman satu rombongan
yang tidak dikarantina di hotel, melainkan di rumah. Sementara, ia juga mempersoalkan, jika dirinya positif tetapi mengapa dipindahkan ke tempat isolasi hanya menggunakan taksi dan bukan ambulans.

Ngambar meminta tes PCR pembanding malam itu juga di Wisma Atlet Pademangan. Akan tetapi, sesuai peraturan dan protokol, hal itu tidak bisa dilakukan. Petugas dari Wisma Atlet kemudian memberikan opsi untuk dipindahkan ke hotel isolasi dan dilakukan tes PCR mandiri di hotel isolasi atas biaya sendiri.

Kasubdit Karantina Kesehatan, Ditjen P2P Kementerian Kesehatan, Benget Saragih menanggapi kejadian tersebut. Ia menyesalkan adanya komplain yang seperti itu.

“Oh, iya, benar. Ada video komplain dari Ibu Ngambar. Saya menyesalkan, karena tanpa beliau sadari, ada kalimat yang bisa berimplikasi delik. Beliau menuding petugas yang berhadapan dengannya melakukan ‘bisnis’. Bisa disimak videonya. Itu eksplisit maupun implisit sebuah tudingan yang keji. Kami bekerja ibarat kepala menjadi kaki, kaki menjadi kepala, menjaga masyarakat agar terlindung dari paparan wabah,” ujar Benget.

Hotel Wyndham Casablanca, Jakarta tempat menerima pesanan Ngambar Rukmi atas nama suami, Maksim Fedorov dan anak pertama Evgeny Maksimovich Fedorov turut mengklarifikasi bahwa berdasarkan tes PCR pertama oleh petugas dari PRVKP-Universitas Indonesia (UI), dari 24 yang melakukan tes hanya satu yang positif, yaitu atas nama Ngambar Rukmi, nomor paspor X347110 dengan tanggal kelahiran 29 Oktober 1989.

Sementara itu pihak manajemen Blue Bird pun memberikan klarifikasi. Manager Golden Bird Jakarta, Widi Wiedanto mengatakan, PT Blue Bird Group Tbk memiliki kerja sama dalam menyediakan moda transportasi dengan Hotel Wyndham Casablanca. Layanan yang disediakan meliputi taksi (Blue Bird dan Silver Bird) serta rental (Golden Bird dan Big Bird).

Hotel Wyndham memilih layanan Golden Bird untuk mengantarkan tamu yang terindikasi positif Covid-19. Pemilihan layanan ini atas pengetahuan tim KKP yang bertugas di hotel.

“Dalam layanan Golden Gird, kami menerapkan protokol kesehatan. Mobil selalu kami disinfektan sebelum dan sesudah pemakaian, pengemudi selalu menggunakan APD lengkap, dan menjaga jarak selama berkendara. Selain itu, kami memastikan bahwa pengemudi harus pulang ke pangkalan setelah melayani tamu. Kami melakukan tes rapid secara berkala kepada pengemudi,” ujar Widi.

Kepala Satgas menyesalkan terjadinya video itu. Sejak pertama menonton, beliau sama sekali tidak percaya. Menurut Tenaga Ahli BNPB, Egy Massadiah orang sepertinya wajib mendapat hukuman sosial karena sudah melukai perasaan anak-anak bangsa yang tengah berjibaku menahan laju pandemi.

D For GAEKON