Tak Terima Dana Hibah Nadiem Pastikan Sampoerna-Tanoto Foundation Tetap di POP

0

Gaekon.com – Putera Sampoerna Foundation dan Tanoto Foundation dipastikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, tetap bergabung dalam Program Organisasi Penggerak (POP). Namun, Nadiem mengatakan bahwa kedua yayasan tersebut tak akan mendapatkan dana hibah dari program Kemendikbud itu. Hal tersebut disampaikan oleh Nadiem dalam diskusi virtual di akun Youtube KPK bertema Menjaga Integritas dalam Implementasi Kebijakan PPDB, Rabu (29/7/2020).

“Untuk yang dua yayasan yang juga Sampoerna dan Tanoto, bahwa mereka sama sekali tak akan menerima hibah dari pemerintah sepeser pun, tidak akan menerima APBN,” kata Nadiem.

“Tapi mereka masih tetap akan bergabung dalam program agar kita bisa belajar dari pengalaman mereka dan semuanya diukur dalam sistem monitoring kita,” tambahnya.

Memang sejumlah pihak banyak yang protes, terkait lolosnya dua yayasan besar tersebut dalam program POP. Sebabnya, proposal dari kedua yayasan besar tersebut dinyatakan lolos, masing-masing menerima kucuran hibah sebesar Rp20 miliar. Dalam hal ini, Nadiem menyatakan bahwa kedua yayasan tersebut akan menjalankan program dengan menggunakan dana mandiri masing-masing, tidak memakai uang negara.

Pada saat yang sama, Nadiem juga menjabarkan tujuan utama Program Organisasi Penggerak Kemendikbud. Dirinya mengatakan, tujuan dari program tersebut adalah, untuk mencari program inovasi dari yayasan dan lembaga yang tergabung di dunia pendidikan yang paling efektif untuk diterapkan secara nasional.

“POP itu apa sih? program POP itu sebenarnya misinya cuma satu, kesempatan untuk Kemendikbud belajar dari organisasi organisasi pendidikan yang sudah bertahun tahun bahkan berpuluh-puluh tahun mengerjakan berbagai inovasi di lapangan,” terang Nadiem.

“Jadi kita pada saat program itu berjalan, satu tahun kita akan evaluasi mana yang menciptakan suatu dampak yang tinggi berdasarkan survei karakter dan teknik-teknik jurus pola pikir yang paling efektif akan kita ambil dan kita implementasikan dalam skala nasional,” sambungnya.

Dalam program inilah, anggaran sebesar Rp 567 miliar pertahun dialokasikan oleh Kemendikbud, untuk membiayai pelatihan atau kegiatan yang diselenggarakan kepada 156 organisasi terpilih. Bagi organisasi yang terpilih, dibagi menjadi kategori III yakni Gajah, Macan dan Kijang. Untuk Gajah dialokasikan anggaran sebesar maksimal Rp 20 miliar per tahun, Macan Rp 5 miliar per tahun, dan Kijang Rp 1 miliar per tahun.

Z For GAEKON