Tak Terima Pemakaman Ayahnya Diundur, Petugas Pemakaman Covid-19 Di Malang Dianiaya

0

Tak Terima Pemakaman Ayahnya Diundur, Petugas Pemakaman Covid-19 Di Malang DianiayaGaekon.com – Pelaku penganiayaan terhadap seorang petugas pemakaman jenazah pasien Covid-19 di Malang, Jawa Timur akhirnya berhasil diamankan. Kepolisian Resor Kota (Polresta) Malang Kota menangkap pelaku berinisial BHO (24) dan MNH (21).

Dua pelaku tersebut diketahui telah melakukan penganiayaan terhadap petugas Public Safety Center (PSC) 119 Kota Malang berinisial LA pada 28 Januari 2021. Menurut keterangan Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata, penganiayaan tersebut dilakukan di depan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kasin, Kota Malang.

“Kejadian itu terjadi pada pintu masuk TPU Kasin Kota Malang. Korban atas nama LA, anggota PSC Kota Malang,” kata Leonardus.

Kedua tersangka dikenakan pasal 170 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), dengan ancaman hukuman penjara paling lama lima tahun.

Menurut Leonardus, kejadian tersebut berawal saat orang tua salah satu tersangka dilaporkan meninggal dunia pada Kamis, 28 Januari 2021 dini hari. Kedua orang tersebut mendapatkan informasi awal bahwa almarhum W, mendapatkan urutan nomor dua untuk pemakaman dengan menggunakan protokol penanganan Covid-19.

Pada pukul 12.37 WIB, pihak PSC Kota Malang menelepon tersangka BHO, dan menginformasikan bahwa almarhum akan segera diproses pemakamannya.

Setelah itu, kedua tersangka mendatangi ruang jenazah RSUD Saiful Anwar Malang. Saat di RSUD, tersangka mendapat informasi bahwa ada penundaan proses pemakaman almarhum ayahnya.

“Keluarga mendapatkan informasi awal, bahwa almarhum akan dimakamkan dengan nomor urut dua. Namun, pada siang hari, mendapatkan informasi ada pengunduran, menjadi urutan nomor tiga,” kata Leo.

Pengunduran itu menimbulkan keributan, karena tersangka BHO meminta agar pemakaman ayahnya disegerakan. Saat itu, korban LA yang merupakan pengemudi ambulan PSC Kota Malang, dengan kasar menabrak, dan mendorong tersangka BHO bersama satu orang lain yang tidak dikenal.

Saat terjadi klarifikasi, ada sedikit benturan fisik yang menyebabkan salah satu tersangka merasa kesal, dan dendam. Kemudian, pukul 15.00 WIB, tim PSC Kota Malang datang di TPU Kasin. Namun, jenazah yang dibawa bukan jenazah almarhum W, melainkan jenazah S.

“Salah satu tersangka melihat bahwa peti tersebut, bukan atas nama almarhum W, melainkan S. ini akhirnya memicu kemarahan keluarga, mengingat sudah ada benturan sebelumnya,” terang Leo.

Tersangka BHO dan MNH merasa kesal yang akhirnya emosi. Mereka berlari ke arah petugas tim pemakaman untuk meminta pertanggungjawaban. Tersangka kemudian menabrak korban, dan memukul kepalanya.

D For GAEKON