Takut Disangka Covid-19, Ibu Ini Memilih Bayinya Dikerok

0

Takut disangka Covid-19Gaekon.com – Di masa pandemi Covid-19 ini, petugas medis lebih berhati-hati dalam menerima pasien. Sebelum menjalani perawatan, mereka akan di swab antigen hingga PCR terlebih dahulu untuk memastikan terbebas dari Covid-19 atau tidak. Apalagi jika gejala mereka mengarah ke Covid-19, maka akan diobservasi lebih lanjut.

Hal ini membuat banyak orang akhirnya ‘takut’ ke rumah sakit. Seperti ibu ini, ia terpaksa membawa anaknya yang sakit ke Paraji, karena takut dicovidkan jika dibawa ke rumah sakit.

Untuk diketahui, Paraji sendiri merupakan perempuan yang dituakan di sebuah wilayah dengan adat Suku Sunda.

Takut Disangka Covid

Dalam video yang diunggah akun @lubnaazkialovat di TikTok ini, sang ibu menceritakan kisahnya. Ia mengatakan bahwa anaknya tersebut sedang sakit. Namun ia enggan membawa ke dokter, lantaran takut disangka Covid-19.

“Sakit hati banget ngeliat anak sakit. Lebih sakit lagi pas lihat dia kesakitan dikerok, dan gua cuma bisa menahan air mata. Mau dibawa ke rumah sakit, takut dibilang corona,” tulis ibu itu dalam video.

Bayi tersebut terlihat sedang dalam keadaan tengkurap, tanpa mengenakan pakaian. Bagian belakang tubuhnya ada lima garis vertikal berwarna merah, tanda selesai kerokan.

Lantaran takut ke dokter, sang ibu membawa bayi itu ke Paraji. Paraji tersebut kemudian memutuskan untuk mengerok sang bayi yang diduga masuk angin.

Jadilah tubuh bayi perempuan tersebut dipenuhi dengan bekas kerokan warna merah. Sebenarnya, sang ibu punya pilihan untuk melarang pengerokan, namun ia tetap menyetujuinya.

“Akhirnya dibawa ke paraji, malah dikerok sampai kayak gitu. Masih bisa bilang gak usah sebenarnya,” lanjutnya.

Video ini sontak mengundang komentar warganet. Banyak dari mereka yang ikut kasihan melihat kondisi anak sekecil itu harus dikerok badannya hingga merah.

“Ya Allah, kasihan bayinya punya ortu zaman purba di 2021,” ujar @juzlikehoney.

“Mending dibawa ke rumah sakit lalu dinyatakan positif, tapi dapat penanganan yang tepat. Daripada salah kaprah, Bu,” sahut @lestarireyna.

D For GAEKON