Taliban Belum Bayar Listrik, Kabul Terancam Gelap Gulita Saat Musim Dingin

0

Taliban Belum Bayar Listrik, Kabul Terancam Gelap Gulita Saat Musim DinginGaekon.com – Taliban yang kini menguasai Afghanistan dikabarkan belum membayar tunggakan listrik di Asia Tengah. Hal ini membuat ibu kota Afghanistan, Kabul, terancam gelap gulita.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Tempo, Kabul terancam gelap gulita saat musim dingin tiba. Menurut Daud Noorzai, bekas kepala eksekutif perusahaan listrik Afghanistan, Da Afghanistan Breshna Sherkat, pemadaman listrik bisa berubah menjadi bencana kemanusiaan saat musim dingin tiba.

“Konsekuensinya akan berlaku di seluruh negeri, terutama di Kabul. Akan ada pemadaman dan itu akan membawa Afghanistan kembali ke abad kegelapan dalam hal listrik dan telekomunikasi,” kata Noorzai.

Noorzai diketahui mundur dari jabatannya dua pekan setelah Taliban berkuasa. Ia hingga kini tetap menjalin hubungan dengan manajemen Da Afghanistan Breshna Sherkat yang masih bekerja.

Hingga kini Taliban belum mengumpulkan uang setoran pembayaran listrik dari warga Afghanistan. Afghanistan mengimpor listrik dari sejumlah negara tetangga seperti Uzbekistan, Tajikistan dan Turkmenistan yang menyumbang setengah dari suplai listrik nasional. Iran menyediakan pasokan tambahan ke wilayah barat negara itu.

Taliban tak lagi menyerang jalur transmisi di Asia Tengah. Selain itu kebutuhan listrik industri masih berhenti. Fasilitas militer dan pemerintah sebagian besar juga menganggur.

Namun jika Taliban belum membayar tagihan listrik, pasokan setrum diperkirakan bakal terhenti terutama dari Tajikistan.

Hubungan yang buruk antara Tajikistan dengan Taliban dikhawatirkan akan mempengaruhi suplai listrik.

Hampir Separuh Kebutuhan Listrik Di Kabul Berasal Dari Negara-Negara Asia Tengah

Biasanya terjadi pemadaman bergilir di Afghanistan. Namun sejak Taliban berkuasa, pemadaman jarang terjadi.

Produksi dalam negeri, sebagian besar adalah pembangkit listrik tenaga air, terancam seret akibat bencana kekeringan tahun ini.

Afghanistan tidak memiliki jaringan listrik nasional. Hampir separuh kebutuhan listrik di Kabul berasal dari impor dari negara-negara Asia Tengah.

D For GAEKON