Tampar Dan Ludahi Polisi, Nenek Ini Divonis 5 Bulan Penjara

0

Tampar Dan Ludahi Polisi, Nenek Ini Divonis 5 Bulan PenjaraGaekon.com – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Serang memvonis lima bulan penjara seorang nenek bernama Rosmayati. Ia dinyatakan bersalah karena telah meludahi seorang anggota polisi.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Kumparan, Nenek berusia 62 tahun itu divonis pada Selasa (20/4). Ia dinyatakan bersalah karena menampar dan meludahi seorang anggota polisi.

Majelis hakim menilai Warga Desa Lebak Denok, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon itu terbukti melakukan tindak penganiayaan dan telah melanggar Pasal 351 ayat 2 KUHP.

Terdakwa Rosmiyati yang didampingi kuasa hukumnya menyatakan banding atas vonis tersebut sehingga belum dilakukan penahanan.

“Meski dalam sidang tadi kami menyatakan pikir-pikir, namun kami akan melakukan langkah banding,” kata kuasa hukum Rosmiyati, Deni Ismail.

Putusan Majelis Hakim itu lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum yang menuntut Rosmiyati dengan hukuman 6 bulan penjara.

Sebelumnya, kasus ini terjadi pada 23 Agustus 2020. Awalnya karena persoalan utang piutang antara korban dengan salah satu anak dari terdakwa.

Korban Irfan yang merupakan anggota kepolisian mendatangi kediaman Rosmiyati untuk menagih utang puluhan juta kepada Rudi Dermawan yang merupakan anak dari Rosmiyati.

Irfan sempat meminta Rudi untuk melakukan mediasi di Polres Cilegon. Ia mencoba menarik Rudi, namun ajakan tersebut justru mendapat perlawanan dari istri Rudi dan sang Ibu, Rosmiyati.

Bahkan Rosmiyati sampai berteriak dan menuduh korban akan melakukan penculikan dan pencurian di rumahnya. Akhirnya warga sekitar datang dan langsung memegangi korban yang dikira pelaku pencurian.

Korban sudah berusaha menjelaskan, namun terdakwa Rosmiyati mencoba melindungi anaknya dengan menyebut korban hanyalah seorang polisi gadungan.

“Dia (terdakwa) bilang ‘bohong itu anggota gadungan’ sambil meludah ke saya. Rudi Dermawan juga mengatakan ‘iya benar itu anggota gadungan, pukulin saja’, lalu terdakwa Rosmiyati menampar pipi saya,” terang korban.

Saksi mata, Ma’ruf Yusuf mengaku, jika pihaknya saat itu hanya mengamankan korban dari hal-hal yang tidak diinginkan. Akhirnya warga percaya usai korban mengeluarkan kartu anggota kepolisian dan sedang menagih utang pribadi kepada anak si terdakwa. Warga langsung membubarkan diri usai korban memberikan penjelasan.

D For GAEKON