Tangkap Maling, Dua Pria Malah Terjerat Pasal Penganiayaan

0

Tangkap Maling, Dua Pria Malah Terjerat Pasal PenganiayaanGaekon.com – Niat hati menangkap maling sepeda, Sapto dan Rohmad ditangkap aparat. Keduanya adalah warga Dusun Getasan, Desa Glodogan, Kecamatan Klaten Selatan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Sapto dan Rohmad dijerat pasal penganiayaan.

Akibatnya, warga yang tidak terima beramai-ramai mendatangi kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Klaten, Senin (19/10/2020). Mereka membawa spanduk bertuliskan ‘Turut Berduka Atas Matinya Hukum Kita #SAVESAPTO #SAVEROHMAD‘.

Tak hanya itu, warga juga membawa keranda jenazah sebagai bentuk kekecewaaan. Massa meminta pihak kejaksaan untuk melepaskan Sapto dan Rohmad.

“Masak menangkap maling malah ditahan,” teriak warga.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, kasus ini berawal saat Sapto dan Rohmad curiga melihat gelagat seorang lelaki berinisial YI alias Londo. Saat itu, keduanya sedang berada di suatu bengkel hingga tengah malam.

Mereka kemudian melihat Londo memasuki pekarangan beberapa rumah warga. Usai memasuki pekarangan milik warga bernama Sugeng, Londo keluar dengan membawa satu unit sepeda berjenis mountain bike.

Sapto dan Rohmad kemudian meminta Londo berhenti. Namun dia justru tak menghiraukannya dan langsung kabur.

Melihat hal itu, Sapto dan Rohmad meminta Sugeng memeriksa rumahnya. Ternyata benar, satu unit sepeda telah hilang.

Sapto dan Rohmad pun langsung mencari-cari Londo menggunakan sepeda motor. Pelaku kemudian ditemukan satu kilometer dari lokasi kejadian.

Saat keduanya mendekat, Lando bukannya berhenti. Rohmad yang duduk di boncengan sontak menerjang sepeda curian yang dikendarai Londo hingga tersungkur.

Londo mencoba kembali kabur. Namun berhasil ditangkap Sapto. Mereka kemudian berteriak hingga memancing kerumunan massa. Ternyata, Londo juga dikenali sebagai warga setempat.

Beberapa waktu berselang, justru Sapto dan Rohmad yang diciduk aparat. Keduanya dijerat pasal Pasal 170 jo 351 tentang Penganiayaan.

Keduanya terancam hukuman di atas lima tahun penjara. Sapto dan Rohmad kemudian ditahan penyidik Kejari sejak 7 Oktober 2020. Belakangan diketahui bahwa pelapor merupakan ayah Londo, yakni Slamet.

K For GAEKON