TANPA KAMU SADARI, 7 HAL INI BISA MEMICU KANKER

0

Akhir – akhir ini dunia sedang digemparkan dengan wabah corona virus disease (covid-19) yang bisa dikatakan penyakit berbahaya dan mematikan. Bukan hanya corona, sebenarnya banyak jenis penyakit mematikan lainnya termasuk kanker.

Kanker menjadi salah satu penyakit mematikan di Indonesia. Sudah banyak korban berjatuhan hanya karena menderita penyakit ini. Bukan hanya orang dewasa, anak – anak juga bisa diserang oleh penyakit ini.

Hidupnya hanya tinggal menghitung hari jika sudah divonis terkena penyakit kanker ini. Karena itulah, sebagian orang sangat takut ketika menderita penyakit ini. Selain melakukan pengobatan mereka hanya bisa pasrah dan berserah diri menunggu waktu.

Kanker adalah istilah yang digunakan untuk mengelompokkan penyakit yang disebabkan oleh pertumbuhan sel yang tidak terkontrol. Pertumbuhan sel yang tidak normal ini awalnya terjadi di bagian tubuh tertentu, kemudian dapat menyebar ke bagian tubuh lain, bahkan mampu menembus serta menghancurkan jaringan tubuh normal. Di dunia kedokteran, terdapat lebih dari 200 jenis kanker berdasarkan asal jaringan tempat sel tersebut tumbuh.

Kanker juga menjadi penyebab kematian global di dunia, karena ia turut menyumbang jumlah yang besar. Pemicu kanker menjadi suatu hal yang seharusnya diperhatikan setiap orang, mengingat belum diketahui secara pasti apa penyebab penyakit mematikan ini.

PEMICU KANKER ?

  1. TERLALU SERING BERMAIN PONSEL

Aktivitas bermain ponsel ternyata bisa menjadi pemicu tumbuhnya kanker. Padahal hal ini selalu kita lakukan setiap hari, bahkan jika dalam sehari saja belum memegang ponsel rasanya ada yang kurang.

Ponsel menjadi peranti elektronik yang akrab dengan kehidupan. Karena lewat alat canggih ini kita bisa melakukan apa saja. Baik itu membaca buku elektronik, bermedia sosial, sampai berjualan online.

Penelitian yang dilakukan di Brigham and Women’s Hospital di Boston Massachusetts menemukan bahwa membaca buku dari perangkat elektronik akan menyebabkan seseorang menjadi susah tidur.

Seorang ahli saraf dan gangguan tidur Dr. Anne-Marie Chang mengatakan, bahwa kebiasaan ini juga berkaitan erat dengan penyakit berbahaya.

Saat terpapar cahaya biru dari layar elektronik di malam hari, otomatis rasa lelah dan kantuk akan menekan tingkat melatonin yang mempengaruhi kualitas tidur. Kebiasaan ini akan membawa pada sederet masalah kesehatan mengerikan seperti obesitas, diabetes, dan kardiovaskular.

Bahkan juga memicu peningkatan risiko kanker tertentu seperti ovarium dan payudara pada wanita, serta kanker prostat pada pria.

  1. MAKAN MALAM TIDAK TERATUR

Jam makan malam tidak teratur ternyata juga bisa menjadi faktor pemicu terkena kanker. Kebiasaan makan malam di waktu larut akan membawa pada dua jenis kanker, yaitu kanker prostat bagi pria dan kanker payudara untuk wanita.

Maka dari itu usahakan untuk memiliki jam makan teratur setiap harinya. Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam International Journal of Cancer, seseorang yang menyantap makan malam sebelum jam 9 malam, risiko terkena kanker akan berkurang 20% dibandingkan dengan yang terlambat makan lalu langsung tidur setelahnya.

  1. TIDUR DENGAN LAMPU MENYALA

Mungkin tidak semua orang bisa melakukan ini. Tidur dengan lampu menyala ternyata juga menjadi pemicu terjadinya kanker. Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam American Journal of Epidemology pada Tahun 1987,  menyebutkan bahwa sinar lampu yang menyala akan mempengaruhi hormon melatonin dalam tubuh.

Melatonin adalah hormon antioksidan, yang relatif melawan sel kanker berkembang dalam tubuh. Hormon ini biasa dikenal sebagai hormon kegelapan karena diproduksi saat gelap.

Seorang ahli epidemiologi kanker di pusat Kesehatan Universitas Connecticut, Dr. Richard G. Stevens menjelaskan melatonin membutuhkan kegelapan dan mempengaruhi produksi hormon estrogen. Estrogen yang terlalu banyak akan meningkatkan risiko kanker payudara pada wanita.

  1. SINAR ULTRAVIOLET

Selain aktivitas kita didalam rumah, ternyata aktivitas diluar juga bisa memicu terjadinya kanker, salah satunya menghabiskan waktu di luar saat matahari sedang terik. Hal ini ternyata menjadi salah satu faktor pemicu terkena kanker.

Sinar ultraviolet yang dipancarkan oleh matahari bersifat karsinogenik. Sinar matahari yang diserap oleh kulit bisa merusak sel-sel kulit dan menyebabkan kanker kulit, ungkap laman Web MD.

Sinar ultraviolet ini dibagi menjadi tiga jenis, yakni UVA, UVB dan UVC. Ketiganya dibedakan berdasarkan panjang gelombang matahari yang mencapai permukaan bumi. Sinar UVC adalah sinar dengan gelombang terpendek, sementara sinar UVA adalah sinar dengan gelombang terpanjang dan paling berbahaya. Untuk melindungi, kenakan pakaian yang menutupi permukaan kulit, pakai tabir surya, kenakan topi dan kacamata hitam.

  1. GAS BUANGAN DARI MESIN KENDARAAN

Ketika sedang berkendara maupun sedang dalam perjalanan tiba – tiba terkena gas buangan dari knalpot kendaraan rasanya memang menyebalkan. Apalagi, kendaraan yang menggunakan bahan bakar diesel seperti truk, bus dan beberapa mobil keluaran lawas. Ternyata, gas buangan atau jelaga dari knalpot mesin diesel bisa memicu kanker paru-paru dan jenis kanker lain, ujar laman Web MD.

Untuk menghindari hal tersebut memang sangat sulit. Apalagi jika aktivitas kita setiap hari di luar ruangan. Memakai masker sangat disarankan untuk meminimalkan gas yang terhirup ke paru-paru kita. Sementara, menurut International Agency for Research on Cancer (IARC), gas itu bisa menyebabkan kanker kandung kemih.

  1. POLUSI UDARA

Beberapa kota memiliki kualitas udara yang buruk dan tercemar. Penyebabnya macam-macam, bisa dari gas buangan kendaraan, asap pabrik, asap kebakaran hutan, asap pembakaran sampah dan lain sebagainya. Bukan hanya memicu penyakit saluran pernapasan, polusi udara juga bersifat karsinogenik dan bisa memicu kanker.

Udara yang tercemar mengandung debu dan jejak logam yang bisa menyebabkan kanker. Berdasarkan data dari International Agency for Research on Cancer (IARC) di tahun 2010, sekitar 223.000 kematian akibat kanker paru-paru di seluruh dunia berhubungan dengan polusi udara, jelas laman Scientific American.

  1. ASBES

Atap rumah pada umumnya adalah genting yang terbuat dari tanah liat. Namun masih ada beberapa rumah yang menggunakan asbes sebagai atapnya. Berdasarkan pantauan Gaekon dari laman Web MD, asbes juga bersifat karsinogenik dan bisa meningkatkan risiko terkena kanker. Meskipun tempatnya di atas dan jauh dari jangkauan kita, namun apabila serat – serat asbes terlepas dan tidak sengaja terhirup ini akan bersarang di paru-paru.

KL For GAEKON