Tato Sak Yant Dibuat Biksu di Kamboja yang Dipercaya Memiliki Kekuatan Magis dan Sakral

0

Gaekon.com – Bagi Anda yang memiliki ketertarikan dalam dunia tato, apakah pernah mendengar tentang tato Sak Yant? Banyak yang beranggapan bahwa tato ini dianggap sakral, dan telah dipraktikkan selama lebih dari 2000 tahun lalu di Kamboja.

Hal tersebut diketahui ketika perang saudara yang telah membunuh sebagian besar bentuk seni di Kamboja, seni tato ini secara ajaib bertahan. Secara tradisional tato ini dilakukan di Khmer, dalam bahasa utama di Kamboja, tato ini lebih mirip sajak.

Pada saat berkunjung ke Kamboja, banyak yang mengatakan bahwa tato ini adalah salah satu pengalaman yang tidak boleh dilewatkan. Kecuali, kalau kalian takut jarum.

Selain itu, mendapatkan tato Sak Yant dari para biksu Buddha, praktisi asli seni, memang menyenangkan. Tapi menemukannya bukanlah hal yang mudah, karena peraturan kerajaan tahun 1920 melarang para biksu menato. Dilansir dari Times of India, para biksu akan melafalkan beberapa mantra saat menggambar tato Sak Yant.

Banyak pihak yang menyakini bahwa, nyanyian biksu dapat menanamkan kehidupan ke dalam tato, sehingga membuatnya kuat dan berkah bagi orang yang mendapatkannya. Namun, sebagian besar tato Sak Yant digambar di punggung.

Bagi mereka yang telah ditato tubuhnya, bisa mengetahui hasilnya setelah bercermin karena para biksu yang memutuskan sendiri desainnya. Tinta yang digunakan untuk tato Sak Yant mengandung bisa ular, arang, dan minyak kelapa.

Beberapa orang tetap puas dengan mendapatkan tato seperti itu dari seniman biasa, ada beberapa, yang mendaki berhari-hari untuk menemui ahli tato yang tersisa di Kamboja. Mendapatkan master tato untuk mendesain tato diyakini lebih menguntungkan, karena dapat menghirup keberuntungan ke dalam desain dengan mantra mereka.

Z For GAEKON