Tembaki Mobil Alphard, Kakek 72 Tahun Ini Divonis 10 Tahun Penjara

0

Tembaki Mobil Alphard, Kakek 72 Tahun Ini Divonis 10 Tahun PenjaraGaekon.com – Seorang kakek warga Jebres Solo, Jawa Tengah terbukti bersalah dalam kasus penembakan mobil Toyota Alphard. Kakek bernama Lukas Jayadi ini divonis 10 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Surakarta.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Liputan6, Vonis majelis hakim tersebut 2 tahun lebih ringan dibanding tuntutan jaksa penuntun umum (JPU), yaitu selama 12 tahun penjara.

Pada sidang putusan kasus penembakan yang digelar secara daring tersebut majelis hakim bersama penasihat hukum terdakwa di PN Surakarta, sementara JPU Endang Sapto Pawuri di Kantor Kejari Surakarta, dan terdakwa Lukas Jayadi di Rutan Kelas 1 Surakarta.

Kakek berusia 72 tahun ini terbukti melanggar Pasal 340 KUHP juncto Pasal 53 Ayat (1) KUHP tentang tindak pidana percobaan pembunuhan secara berencana.

“Selain vonis penjara selama 10 tahun, ada pidana tambahan berupa pencabutan hak tertentu, yaitu hak kepemilikan senjata api yang bersangkutan,” kata JPU Endang Sapto Pawuri.

Kakek Tidak Merasa Bersalah Telah Menembaki Mobil Alphard

JPU mengatakan hal-hal yang menjadi pertimbangan majelis hakim memberatkan terdakwa karena yang bersangkutan tidak mengakui perbuatannya.

Bahkan, terdakwa tidak merasa bersalah dalam kasus penembakan terhadap mobil Toyota Alphard yang ditumpangi korban warga Tegal Harjo, Jebres Surakarta.

“Terdakwa tidak merasa bersalah, tidak ada rasa penyesalan, perbuatan termasuk keji karena dilakukan kepada kerabat sendiri. Berbelit-berbelit dan ada tiga orang yang berpotensi kehilangan nyawa. Hal yang meringankan terdakwa berusia lanjut dan belum pernah dihukum,” kata JPU saat menirukan pernyataan majelis hakim usai sidang.

JPU Endang Sapto Pawuri mengatakan bahwa pada sidang-sidang pemeriksaan, baik saksi maupun terdakwa, sebelumnya secara tatap muka atau langsung di PN Surakarta.

Untuk diketahui, pada sidang tersebut, majelis hakim diketuai Sunggul Simanjuntak dan didampingi dua hakim anggota: Heri Soemanto dan Hasanur Rachmansyah.

Kasus penembakan ini berawal ketika pelaku memberhentikan mobil Toyota Alphard korban di kawasan Gereja Kepunton hingga masuk ke lokasi kejadian perkara atau sebuah rumah kosong milik Lukas di Jalan Wolter Monginsidi No.46, Gilingan, Kecamatan Banjarsari, Solo.

Peristiwa ini terjadi pada 2 Desember 2020. Saat itu Lukas Jayadi menembaki mobil korban sebanyak delapan kali tembakan.

D For GAEKON