Tempe Langka, Pedagang Warteg Akali Ukuran Tempe Setipis ATM

0

Tempe Langka, Pedagang Warteg Akali Ukuran Tempe Setipis ATMGaekon.com – Produsen tahu dan tempe seluruh Jabodetabek melakukan aksi mogok produksi dari hari Senin (21/2) sampai Rabu (23/2).

Aksi itu membuat setidaknya 60 ribu ton tahu dan tempe bakal lenyap di pasaran. Kelangkaan itu akhirnya kini berimbas pada pedagang warteg.

Melansir dari Kumparan, Ketua Koperasi Warteg Nusantara (Kowantara), Mukroni mengaku pedagang warteg kini kesulitan mendapat pasokan tahu dan tempe.

“Memang sudah diberitahu oleh para pedagang tempe bahwa Senin sampai Rabu mulai mogok, dan tentunya langka,” katanya.

Seperti diketahui, para pedagang warteg biasanya selalu mendapat porsi pasokan yang besar karena terbiasa berlangganan ke produsen.

“Kadang kala karena sudah langganan pedagang tempe mau memberi porsi banyak kepada warteg-warteg,” tambahnya.

Mukroni juga menjelaskan bahwa untuk menyiasati harga tahu tempe melonjak, para pedagang warteg sudah membuat solusi dengan memperkecil ukuran tahu dan tempe.

“Karena itu yang bisa kita siasati yaitu mengecilkan ukuran, jadi ukurannya tempe itu tipis seperti ATM. Nah itu yang kita lakukan untuk menyiasati kalau tempe dan tahu naik,” ujarnya.

Harga Tahu Dan Tempe Naik Menambah Penderitaan Pedagang Warteg

Sebelumnya, pedagang warteg banyak yang tutup selama terjadi pandemi Covid-19. Kini kenaikan harga tahu dan tempe imbas harga kedelai yang melonjak semakin menambah susah pedagang warteg.

“Pemerintah diharapkan bisa menstabilkan harga karena ini menyangkut masalah hajat masyarakat bawah. Kalau harga naik tentu berdampak susah sekali karena pandemi ini,” jelasnya.

D For GAEKON