Terancam 2 Tahun Penjara, Pelaku Penganiayaan Perawat RS Siloam Dijerat Pasal Berlapis

0

Terancam 2 Tahun Penjara, Pelaku Penganiayaan Perawat RS Siloam Dijerat Pasal BerlapisGaekon.com – Seorang pria yang tega menganiaya perawat Rumah Sakit Siloam Sriwijaya, Palembang, Jason Tjakrawinata nasibnya harus berujung ancaman dua tahun penjara.

Seperti yang dilansir GAEKON dari CNN, Akibat perbuatan brutalnya, Jason terancam dijerat pasal berlapis. Ia didakwa pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman dua tahun penjara. Selain itu, ia dijerat pasal 406 KUHP Pidana tentang Pengrusakan.

Saat ini, Jason telah ditetapkan sebagai tersangka. Ia ditahan di Mapolrestabes Palembang. Ia ditangkap di kediamannya yang beralamat di Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Jumat (16/4) sekitar pukul 21.00 WIB.

“Tersangka langsung ikut saat dijemput, mungkin karena sudah tahu terlibat apa. Sesampainya di Polres pukul 24.00 langsung diperiksa,” terang Kapolrestabes Palembang Komisaris Besar Irvan Prawira Satyaputra saat gelar perkara.

Polisi telah memeriksa saksi dan menyita sejumlah barang bukti berupa rekaman CCTV, video rekaman, pakaian, dan hasil visum korban. Jason Tjakrawinata, juga menyampaikan permintaan maaf atas tindakan brutalnya.

“Saya mohon maaf karena ini emosi sesaat. Saya mohon maaf ke seluruh pihak yang merasa dirugikan oleh saya, terutama korban. Juga pihak rumah sakit. Ini tindakan di luar kendali karena kelelahan,” imbuhnya di Mapolrestabes Palembang, Sabtu (17/4).

Sebelumnya, Jason telah menganiaya perawat Rumah Sakit Siloam Sriwijaya, Palembang, yang berinisial CHR. Ia menampar, menendang, dan menjambak CHR setelah CHR mencabut jarum infus terhadap anak pelaku yang balita.

Diketahui, tangan sang anak berdarah usai jarum infus tersebut dicabut. Jason mengaku emosinya meledak akibat kelelahan setelah berhari-hari merawat anaknya yang masih balita. Anak tersebut mengidap radang paru-paru.

Akibat aksi brutal itu, CHR mengalami luka lebam di bagian wajah dan perut. Korban juga mengalami trauma psikis. Saat ini, ia sedang menjalani perawatan.

Tidak hanya menyerang CHR, Jason juga membanting handphone AR, salah seorang perawat yang merekam tindakan penganiayaan itu. Ia tetap melakukan tindak kekerasan meski telah dilerai oleh petugas dan perawat lain.

Jason sempat mengaku sebagai anggota polisi. Hal ini diakui oleh perawat dan petugas keamanan yang berada di lokasi saat Jason menampar, menjambak, dan menendang CHR.

“Kebetulan saat kejadian, keluarga pasien di sebelah ruangan kejadian itu anggota polisi. Orang tersebut melerai dan mengaku bahwa dirinya polisi. Saat anggota polisi tersebut berupaya melerai, JT pun mengaku sama-sama anggota kepolisian,” tutur Direktur Keperawatan RS Siloam Sriwijaya Benedikta Beti, Jumat (16/4).

Namun, Lebih lanjut Benedikta menyebut penelusuran yang dilakukan pihak rumah sakit mendapati bahwa Jason bukan anggota kepolisian.

D For GAEKON