Terbongkar, Bisnis Prostitusi Online Di Solo Punya Tarif Fantastis

0

Terbongkar, Bisnis Prostitusi Online Di Solo Punya Tarif FantastisGaekon.com – Bisnis prostitusi online di Solo usut punya usut memiliki tarif yang fantastis. Hal ini diungkapkan sendiri oleh salah satu pelaku prostitusi onlie berinisial SI.

Seperti yang dilansir dari Suarasurakarta, SI mengaku memasang tarif mulai Rp 900.000. Ia bersedia melayani paket short time (ST) hingga long time (LT).

Selain itu, layanan tidak lumrah seperti seks bertiga pun ia sanggupi. Tarif untuk dua jam ia mengaku sebesar Rp 1,3 juta. Sedangkan paket LT enam jam senilai Rp 1,6 juta dan paket bertiga Rp 3 juta.

“Isi slot dulu kemudian wajib DP 50 persen baru saya kasih tahu lokasi hotelnya. Ini include [hotel ditanggung TA],” kata SI.

Sementara pelaku lainnya berinisial GS justru membiarkan pelanggannya memilih hotel sendiri. Tarif yang ia tawarkan tanpa biaya sewa hotel.

“Satu jam Rp 700.000, dua jam Rp 1,3 juta, dan Rp 3,5 juta untuk enam jam. All service dan wajib kondom. Lokasi hotel diberikan setelah fix jadwal booking online,” katanya.

Selain perempuan, rupanya pelaku prostitusi online di Solo juga ada yang laki-laki. Salah satu contohnya laki-laki 24 tahun berinisial AN ini. Ia justru memasang tarif lebih rendah dari perempuan.

“Bisa ketemuan dulu. Kalau cocok ya lanjut ke hotel. Kalau enggak ya sudah. Ngobrol dulu lah. Mau bawa teman perempuan satu lagi ya boleh, tanpa biaya tambahan,” kata AN.

AN memasang tarif mulai dari Rp 200.000 hingga Rp 400.000. Bahkan ia berani menjamin bahwa dirinya tidak berpenyakit.

“Tidak termasuk hotel saat promo Rp200.000. Kalau enggak promo Rp400.000. Saya menjamin bersih [tidak berpenyakit] dan mau jaga rahasia. Enggak usah DP. Bayar sesudah main. Hotelnya mau di mana saja, terserah. Biaya tersebut boleh beberapa kali. Sesuai permintaan pelanggan saja,” jelasnya.

AN menyampaikan tarif senilai itu untuk dua jam tanpa ketentuan khusus seperti wajib memakai kondom. Ia membebaskan pelanggan agar nyaman.

Razia bisnis “esek-esek” offline sebenarnya sudah gencar dilakukan dengan komando jajaran Polresta Surakarta. Tak hanya itu, prostitusi online melalui jejaring media sosial (medsos) bahkan juga menjadi target pemberantasan Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka.

D For GAEKON