Tercemar Limbah Ciu, Polisi Ambil Sampel Air Sungai Bengawan Solo

0

Tercemar Limbah Ciu, Polisi Ambil Sampel Air Sungai Bengawan SoloGaekon.com – Sungai Bengawan Solo yang tercemar limbah industri akhirnya mendapat perhatian dari pihak polisi. Jajaran Dit Reskrimsus Polda Jawa Tengah meninjau langsung sungai tersebut.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Liputan6, Kabid Humas, Kombes Pol M Iqbal Alqudusy mengonfirmasi hal tersebut.

“Kemarin sudah ditinjau langsung sama jajaran Dit Reskrimsus,” kata Iqbal pada Minggu (11/9).

Menurut Iqbal, hasil pemeriksaan saat itu menunjukkan bahwa pencemaran di Bengawan Solo diakibatkan pembuangan limbah dari Home Industry Ciu.

Iqbal mengatakan bahwa telah mengecek tempat pengusaha alkohol di Kecamatan Mojolaban dan Kecamatan Polokarto Kabupaten Sukoharjo.

Iqbal menghimbau kepada masing-masing ketua paguyuban industri alkohol untuk tidak membuang limbah ciunik (badeg) secara sembarangan dan memaksimalkan IPAL yang telah dibuat. Selain itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan DLHK untuk mendapatkan data-data perusahaan yang tidak melaksanakan sanksi administrasi yang telah diberikan oleh DLHK Provinisi Jateng.

“Tim telah melakukan pengambilan sampel air yang diduga tercemar di beberapa titik pembuangan Limbah oleh petugas yang memiliki sertifikat terkait metode pengambilan sampel,” tutupnya.

Wakil Wali Kota Solo Teguh Prakosa berharap Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ikut membantu persoalan penyediaan air bersih di daerah, khususnya di Kota Solo. Menurutnya, banyak persoalan yang tidak mungkin bisa diselesaikan oleh daerah tanpa koordinasi dengan daerah lain.

Masalah pencemaran Sungai Bengawan Solo yang saat ini terjadi, dikatakannya, merupakan contoh nyata atas persoalan tersebut. Ia tak mengelak jika air Bengawan Solo tercemar akibat limbah industri ciu yang ada di luar Kota Solo.

“Harapan kami, Pak Gubernur selaku kepala daerah di provinsi bisa menjembatani,” ujar Teguh, Jumat (10/9).

Sebelumnya, Setiap memasuki musim kemarau, air di Sungai Bengawan Solo mengalami pencemaran. Tidak hanya dari limbah keluarga, pencemaran juga berasal dari limbah batik dan perusahaan alkohol atau ciu. Akibat pencemaran tersebut, Perusahaan Daerah (Perumda) Air Minum Toya Wening (PDAM) menghentikan operasional Instalasi Pengolahan Air (IPA) Semanggi.

D For GAEKON