Tercemar Parah, Dua Tahun Lagi Ekosistem Sungai Tambak Wedi Surabaya Buyar

0

Tercemar Parah, Dua Tahun Lagi Ekosistem Sungai Tambak Wedi Surabaya BuyarGaekon.com – Air Sungai Tambak Wedi Kota Surabaya tercemar phospat detergen parah. Para Aktivis lingkungan mengatakan bahwa jika dibiarkan, ekosistem sungai tersebut akan buyar.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Suarajatim, sembilan orang aktivis lingkungan dari Mupalas, KTP dan Ecoton melakukan penelitian mikroplastik dan uji kualitas air di Sungai Tambak Wedi.

Peneliti Komunitas Tolak Plastik sekali pakai (KTP) Miftakhul Rohmah mengatakan, kandungan phospat di sungai itu sebesar 45 ppm, sedangkan TDS (Total Dissolve Solid) mencapai 4015 hingga 5012 ppm.

“Padahal untuk baku mutu air sungai parameter TDS harus lebih kecil 1500 ppm dan kadar phospat tidak boleh lebih dari 5 ppm,” kata Miftakhul.

Menurut mereka, air sungai tersebut sudah tidak layak lagi. Aktivis lingkungan dari Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Muhammadiyah Surabaya (Mupalas) juga senada dengan KTP.

Mereka mengatakan bahwa kondisi Sungai Tambak Wedi Surabaya yang sudah tercemar phospat dan klorin akan mengancam keberadaan ekosistem sungai di sana.

“Dua tahun lagi ekosistem Sungai Tambak Wedi Buyar,” kata Faisol Mardiono, Pengurus Harian Mupalas.

Untuk diketahui, Efek phospat akan menghambat penguraian bahan organik di perairan, sehingga menyebabkan eutrofikasi atau penyuburan perairan.

Hal ini bisa mengakibatkan terjadinya ledakan populasi alga yang akan menurunkan oksigen terlarut, akibatnya bisa menyebabkan kematian biota air dan ikan.

Busa yang timbul di permukaan juga menghalangi penetrasi matahari ke kolom air sehingga menghambat fotosintesis dan mengganggu mobilitas biota perairan, menyebabkan pH air menjadi basa dan bisa membahayakan kehidupan biota air.

Sebelumnya, para peneliti itu mengambil sample air di tiga lokasi, yaitu di muara sungai Tambak wedi menggunakan alat TDS, pengukur phospat, amonium, pH meter, clorine dan plankton net untuk mengambil sampel mikroplastik.

Hasil uji di tiga lokasi menunjukkan TDS 4015 ppm hingga 5012 ppm (melebihi baku mutu 1500 ppm). Phospat, 45 ppm (melebihi baku mutu sungai kelas empat PP 82/2001, sebesar 5 ppm). Sementara pH 8,6 yang menunjukkan air kondisi basa.

Untuk pH tinggi dan Phospat jauh di atas baku mutu menunjukkan jika sungai Tambak Wedi mengandung deterjen.

Dalam deterjen mengandung senyawa karsinogenik yang tidak dapat terurai di alam. Kondisi ini dipastikan menghancurkan ekosistem sungai Tambah Wedi dan selat madura.

D For GAEKON