Terjebak Di Bawah Tanah, 11 Penambang Emas Di China Berhasil Dievakuasi

0

Terjebak Di Bawah Tanah, 11 Penambang Emas Di China Berhasil DievakuasiGaekon.com – 11 penambang emas di tambang emas Hushan, provinsi Shandong, berhasil dievakuasi. Para penambang tersebut terjebak ratusan meter di bawah tanah selama 2 pekan.

Meskipun 11 orang berhasil diselamatkan, namun 10 penambang lainnya masih belum diketahui. Seperti yang dilansir GAEKON dari Akurat, Penambang pertama dibawa ke permukaan pada Minggu (24/1). Ia ditutup matanya untuk melindungi matanya dari cahaya. Kondisinya dilaporkan sangat lemah dan segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Orang pertama yang diselamatkan ini terperangkap di bagian berbeda dari kelompok utama 10 orang. Namun, masih belum jelas apakah ia adalah penambang ke-12 yang sempat hilang kontak itu.

Satu jam kemudian, 10 penambang lainnya dibawa keluar dari bagian tambang yang berbeda. Salah satu penambang di kelompok ini terluka. Beberapa lainnya terlihat berjalan sendiri dan dibawa ke rumah sakit.

Upaya penyelamatan ini awalnya diperkirakan butuh waktu berminggu-minggu untuk penggalian. Namun, ternyata waktunya bisa dipercepat secara signifikan.

“Pada Minggu pagi, penghalang besar yang memblokir lubang tiba-tiba jatuh ke dasar. Ini memungkinkan upaya penyelamatan semakin maju secara signifikan,” kata kepala penyelamat Du Bingjian.

Menurut Du, belum diketahui kapan tim penyelamat dapat mencapai Bagian tengah Keenam dalam tambang di mana para penambang yang hilang.

Untuk diketahui, pada 10 Januari lalu, terowongan pintu masuk ke tambang emas Hushan, Provinsi Shandong, runtuh setelah terjadi ledakan. Sebanyak 22 penambang terjebak di dalamnya. Setidaknya satu orang tewas, sedangkan penambang lainnya tak diketahui apakah masih hidup di bawah tanah.

Hingga kini belum diketahui penyebab ledakan itu. Sebanyak 11 orang terjebak di satu tempat, sedangkan yang ke-12 terperangkap di bawah. Kontak dengan penambang ke-12 hilang, sementara salah satu dari kelompok 11 orang mengalami koma karena terluka di kepala akibat ledakan itu. Ia dipastikan tewas pada Kamis (21/1).

D For GAEKON