Terjebak Kredit Pinjaman Online, Guru TK Di Malang Nyaris Bunuh Diri

0

Terjebak Kredit Pinjaman Online, Guru TK Di Malang Nyaris Bunuh DiriGaekon.com – Seorang guru TK di Malang sebut saja Melati (40) menjadi korban teror tak manusiawi dari para debt collector. Ia bahkan nyaris bunuh diri karena alami depresi.

Kuasa hukumnya, Slamet Yuono dari 99 and Partners Law Firm menceritakan bahwa awalnya Melati meminjam uang di pinjaman online (pinjol) itu sebesar Rp 2,5 juta untuk membayar kebutuhan kuliah semester akhirnya.

Namun, uang yang diterima dari pinjol itu hanya sebesar Rp 1,2 juta. Sisa potongan itu diakui penyelenggara pinjol untuk biaya administrasi dan bunga. Lantaran sudah terdesak, Melati akhirnya menerima uang tersebut.

”Tentu jumlah itu sangat mencekik leher peminjam. Tapi berhubung korban terdesak akhirnya dia menyetujui sejumlah syarat dan ketentuan yang berlembar-lembar itu,” kata Slamet.

Untuk diketahui, Melati harus kuliah lagi, karena Ijazah S1 menjadi syarat wajib di lembaga sekolahnya untuk bekerja.

Saat sudah jatuh tempo, Melati masih belum punya uang lagi. Ia akhirnya kembali mengajukan pinjaman ke 2-4 pinjol lain berbeda untuk gali lubang tutup lubang. Dari situlah, pinjaman Melati membengkak menjadi Rp 30-40 juta di 24 pinjol berbeda-beda.

Sejak saat itu Melati mulai di teror terus-menerus, bahkan dengan cara yang tidak manusiawi. Bahkan pada 5 November 2020 lalu, Melati dipecat pihak sekolah.

”Mulai diancam dibunuh hingga doxing di medsos. Nama korban juga dicemarkan di mata teman-teman dan keluarganya bahkan sampai dipecat di sekolah,” jelas Slamet.

”Korban sampai depresi dan hendak bunuh diri dan sempat bilang ke saya. Kebetulan korban ini adalah guru anak saya disitu,” tambahnya.

Dari penelusuran Slamet, dari 24 pinjol yang diutangi korban, 19 diantaranya merupakan pinjol ilegal yang tak diakui Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Hingga saat ini, korban bersama kuasa hukumnya terus melakukan langkah advokasi terkait hal ini.

D For GAEKON