Terkait Buzzer Medsos, MUI Ingatkan Ada Fatwa Haram

0

Terkait Buzzer Medsos, MUI Ingatkan Ada Fatwa HaramGaekon.com – Aktivitas buzzer yang menjadikan penyediaan informasi berisi hoaks, ghibah, fitnah untuk memperoleh keuntungan hukumnya haram. Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengingatkan adanya fatwa mengenai hukum dan pedoman bermuamalah melalui media sosial.

Seperti yang dilansir GAEKON dari CNN, Ketua Bidang Fatwa MUI, Asrorun Niam mengatakan jika ada fatwa mengenai hukum dan pedoman bermuamalah melalui media sosial.

Asrorun mengatakan aktivitas buzzer yang menjadikan penyediaan informasi berisi hoaks, ghibah, fitnah, namimah, bullying, aib, gosip, dan hal-hal lain sejenis sebagai profesi untuk memperoleh keuntungan, baik ekonomi maupun non-ekonomi, hukumnya haram.

“Demikian juga orang yang menyuruh, mendukung, membantu, memanfaatkan jasa dan orang yang memfasilitasinya,” terangnya.

Asrorun juga mengatakan bahwa kegiatan menyebarkan konten tidak patut yang bersifat pribadi– seperti pose mempertontonkan aurat– kepada khalayak juga haram hukumnya.

Tak hanya itu, kegiatan memproduksi dan/atau menyebarkan konten bertujuan untuk membenarkan yang salah atau sebaliknya, membangun opini agar seolah-olah berhasil dan sukses, dan tujuan menyembunyikan kebenaran serta menipu khalayak hukumnya haram.

Isu perihal buzzer pemerintah saat ini kembali jadi perbincangan publik. Musisi pendukung Jokowi, Iwan Fals sempat melontarkan soal buzzer. Ia menyebut zaman dulu orang santai dan berani mengkritik karena tak ada buzzer.

Sementara Ekonom Kwik Kian Gie menyatakan takut mengkritik pemerintah saat ini karena ada buzzer yang siap menyerang.

Budayawan Sujiwo Tejo menyarankan pemerintah Indonesia untuk menertibkan buzzer yang ada di media sosial. Hal itu ia sampaikan sebagai respons pernyataan Presiden Joko Widodo yang mengajak masyarakat aktif mengkritik.

Asrorun menerangkan bahwa fatwa juga mengatur pedoman pembuatan konten. Satu di antaranya tidak boleh menjadikan penyediaan konten yang berisi hoaks hingga kebencian sebagai profesi untuk memperoleh keuntungan.

“Baik ekonomi maupun non-ekonomi. Seperti profesi buzzer yang mencari keutungan dari kegiatan terlarang tersebut,” pungkasnya.

D For GAEKON