Terlibat Kasus Pembunuhan Sejoli Nagreg, Kolonel Priyanto Justru Minta Bebas

0

Terlibat Kasus Pembunuhan Sejoli Nagreg, Kolonel Priyanto Justru Minta BebasGaekon.com – Nama Kolonel Inf Priyanto kembali disorot usai dirinya meminta majelis hakim bebas.

Seperti yang diketahui, Kolonel Priyanto terlibat kasus pembunuhan sejoli Handi Saputra (18) dan Salsabila (14) di Nagreg, Jawa Barat.

Oditur Militer Yakin Kolonel Priyanto Bersalah

Melansir dari Detik, Kolonel Priyanto meminta hakim menolak dakwaan dan tuntutan oditur militer. Diketahui, oditur militer menuntut Kolonel Inf Priyanto dipenjara seumur hidup terkait kasus ini.

Oditur militer meyakini Priyanto bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana, penculikan, dan menyembunyikan mayat Handi dan Salsa.

Melalui penasihat hukumnya, Kolonel Priyanto meminta majelis hakim membebaskan dirinya dari dakwaan Pasal 340 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP tentang pembunuhan berencana dan dakwaan Pasal 328 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP tentang penculikan.

“Menyatakan bahwa terdakwa Kolonel Inf Priyanto tidak terbukti melakukan tindak pidana sebagaimana yang didakwakan oleh Oditur Militer Tinggi pada dakwaan kesatu primair Pasal 340 juncto Pasal 55 Ayat 1 ke 1 KUHP dan dakwaan kedua alternatif pertama Pasal 328 KUHP juncto Pasal 55 Ayat 1 ke 1 KUHP,” kata penasihat hukum Kolonel Priyanto, Letda Aleksander Sitepu.

“Membebaskan terdakwa Kolonel Inf Priyanto dari segala dakwaan dan tuntutan pada dakwaan ke satu primair dan dakwaan alternatif pertama atau setidak-tidaknya melepaskan terdakwa dari segala tuntutan hukum pada dakwaan kesatu primair dan dakwaan alternatif pertama,” tambahnya.

Tim penasihat hukum sependapat dengan dakwaan ketiga terkait Pasal 181 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP tentang menyembunyikan kematian.

“Namun demikian, oleh karenanya dakwaan oditur militer tinggi disusun secara kumulatif, maka oleh karena dakwaan kesatu primair dan dakwaan alternatif pertama oditur militer tinggi tidak terbukti secara sah dan meyakinkan, maka seluruh dakwaan oditur militer tinggi harus ditolak atau setidak tidaknya dinyatakan tidak dapat diterima,” imbuhnya.

Priyanto mengatakan belum sempat mengucapkan permohonan maaf kepada keluarga Handi dan Salsa. Namun, Ia berharap permohonan maaf itu dapat diterima oleh keluarga Handi dan Salsa.

“Dan saya sampai saat ini belum sempat mengucapkan maaf kepada keluarga korban. Sampai saat ini, saya berusaha untuk menyampaikan maaf kepada keluarga korban,” jelas Priyanto.

“Jadi saya ingin mengucapkan maaf yang sebesar-besarnya dan merupakan penyesalan yang sangat dalam dan kami mohon kiranya Yang Mulia bisa melihat dari apa yang kami lakukan bahwa hal itu memang sangat-sangat bodoh sekali,” sambungnya.

D For GAEKON