Teror Bom Molotov LBH Yogyakarta, Amnesty International Minta Polisi Usut Pelaku

0

Teror Bom Molotov LBH Yogyakarta, Amnesty International Minta Polisi Usut PelakuGaekon.com – Teror bom molotov di Kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta masih menyimpan tanya. Direktur Eksekutif Amnesty International Usman Hamid kini meminta polisi untuk mengusut kasus tersebut.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Tempo, Usman Hamid menyesalkan teror terhadap pekerja bantuan hukum yang merendahkan martabat manusia. Pihaknya meminta agar polisi menginvestigasi pelaku di balik teror pelemparan bom molotov tersebut.

“Bantuan hukum terhadap warga negara adalah bagian penting dari Hak Asasi Manusia,” kata Usman.

Sebelumnya, Direktur Pusat Studi HAM Universitas Islam Indonesia (UII) Eko Riyadi dan Direktur Indonesian Court Monitoring (ICM), Tri Wahyu mendukung LBH Yogyakarta agar tidak gentar mengadvokasi warga yang berkaitan dengan pelanggaran HAM.

Tri Wahyu pada Sabtu malam mendampingi Direktur LBH Yogyakarta, Yogi Zul Fadhli melaporkan serangan itu ke Kepolisian Resor Kota Yogyakarta.

Malam itu dia mengirimkan pesan WhatsApp ke Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md agar mengusut kasus ini sampai tuntas. Wahyu menjelaskan kronologi pelemparan bom molotov.

Sementara itu Kepala Polresta Yogyakarta Komisaris Besar Polisi Purwadi Wahyu Anggoro mengatakan pihaknya melakukan penyelidikan setelah menerima laporan dari Direktur LBH Yogyakarta, Yogi Zul Fadhli.

Polisi memeriksa kamera CCTV LBH yang tidak berfungsi. Petugas kini juga telah memasang garis polisi di teras kantor LBH yang sebagian gosong karena bom molotov. Tim Polresta Kota Yogyakarta telah mengambil barang bukti, yakni pecahan botol bensin.

Teror bom molotov itu diketahui menghanguskan sebagian tembok teras, jendela, ventilasi, dan korden kantor. Api masuk ke dalam ruangan dan padam sebelum menjalar lebih jauh ke seisi ruangan. Di dekat jendela terdapat komputer dan tumpukan kertas.

D For GAEKON