Terpasang Tembok Beton 3 Meter Depan Rumah, Keluarga Ini Kesulitan Keluar Rumah

0

Terpasang Tembok Beton 3 Meter Depan Rumah, Keluarga Ini Kesulitan Keluar RumahGaekon.com – Viral di media sosial sebuah keluarga kesulitan keluar dari rumahnya, lantaran tepat di depan rumahnya dibangun sebuah tembok besar. Peristiwa itu terjadi di Jalan Akasia 1, Tajur, Ciledug, Tangerang.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Kumparan, Kapolsek Ciledug, Kompol Wisnu Wardhana mengatakan bahwa peristiwa tersebut merupakan sengketa lahan yang sudah bergulir sejak lama.

“Itu kasus sengketa tanah dulu. Kan jalan 5 meter pernah dihibahkan 2,5 meter jalan zaman dulu. Awalnya 5 jadi 2,5 meter,” kata Wisnu.

Wisnu menjelaskan bahwa awal mula di depan rumah warga tersebut ada lahan yang dihibahkan sebagai jalan. Namun kemudian tanah itu oleh pemiliknya diagunkan.

“Nah, orang yang ngerasa punya tanah itu merasa tidak dihibahkan karena memang hibahnya dulu tuh hanya sekadar lisan. Akhirnya dia masih merasa memiliki itu. Kan dihibahkan tahun 90-an sudah jadi jalan umum,” urai Wisnu.

Kasus tersebut sengketanya dilaporkan ke Polres Metro Tangerang Kota, sehingga Wisnu tidak mengetahui bukti kepemilikan tanah.

Saat ini pihaknya hanya bisa memediasi kedua belah pihak agar tidak terjadi keributan yang menjurus ke kriminalitas.

“Kita sudah pernah mediasi beberapa kali kemarin, dulu pernah, kata anggota sudah pernah. Terus barusan ini sudah dimediasi. Camat juga sudah tahu masalahnya, lurah juga sudah tahu. Jadi aparat pemerintah kecamatan maupun kelurahan sudah tahu masalah itu,” kata Wisnu.

Sampai saat ini belum ada titik temu dari kedua belah pihak. Sebab kedua pihak masih ngotot dengan keabsahan versi masing-masing.

“Kita enggak bisa kasih solusi, ini kan harus ada kepastian hukum karena yang ini ngotot kalau itu tanahnya dia. Padahal menurut ceritanya karena dulu lisan itu hibah jalan katanya seperti itu,” kata Wisnu.

Peristiwa yang terjadi di Jalan Akasia 1, Tajur, Ciledug, Tangerang ini dahulu merupakan jalan bagi pemilik rumah untuk keluar maupun masuk. Namun, di atas jalan itu kini tengah dilakukan pembangunan.

Akses masuk ke rumah tersebut dipasang tembok beton setinggi 3 meter oleh orang yang mengaku ahli waris tanah. Pemilik rumah, Acep mengatakan bahwa pemasangan tembok ini sudah sejak tahun 2019.

Acep dan keluarga harus memanjat tembok beton setiap hendak keluar rumah. Ia khawatir dengan keluarganya sebab di salah satu bagian tembok ada kawat berduri. Belum lagi saat hujan temboknya licin.

Selain itu Acep juga menitipkan kendaraan pribadi di rumah tetangganya yang dengan sukarela menyediakan tempat parkir. Penutupan pagar rumah dilakukan salah satu warga bernama Ruli, ia mengklaim jalan itu milik orangtuanya.

D For GAEKON