2 Tersangka Kasus Kekerasan Jurnalis Nurhadi Tak Ditahan, AJI Surabaya Kecewa

0

2 Tersangka Kasus Kekerasan Jurnalis Nurhadi Tak Ditahan, AJI Surabaya KecewaGaekon.com – Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Surabaya, Eben Haezer mempertanyakan komitmen kepolisian dalam kasus kekerasan terhadap jurnalis Nurhadi.

Eben mengatakan bahwa tindakan penganiayaan yang dilakukan 2 tersangka terhadap jurnalis Nurhadi adalah tindakan yang merugikan nama baik institusi Polri. Namun pihak polisi justru meminta agar tersangka tidak ditahan.

“Namun polisi malah meminta agar terhadap tersangka tidak dilakukan penahanan. Bagi kami ini merupakan sesuatu yang tidak elok untuk institusi Polri,” kata Eben.

Eben memahami bahwa wewenang untuk menahan atau tidak menahan tersangka memang tergantung pada pertimbangan subyektif dari penyidik maupun jaksa. Namun ia berharap agar mereka yang berwenang memutuskan ditahan atau tidak, juga mempertimbangkan kondisi korban.

Pasalnya, dengan tidak ditahannya tersangka, korban menjadi tidak leluasa beraktivitas karena merasa terancam.

“Korban saat ini tidak lagi bisa beraktivitas menjalankan profesinya dan belum bisa kembali ke rumah karena merasa keamanannya masih terancam,” ujarnya.

Dalam pertemuan dengan Kajari Tanjung Perak, Eben dan timnya menyampaikan sejumlah alasan yang bisa menjadi dasar untuk dilakukannya penahanan terhadap tersangka.

Pertama, sejak penganiayaan pada 27 Maret 2021 hingga sekarang, Nurhadi masih mengalami trauma dan merasa keamanannya terancam.

Kedua, hingga hari ini Nurhadi berserta Istri masih belum dapat menjalankan profesinya sebagai jurnalis bahkan belum dapat kembali ke rumahnya dengan alasan situasi keamanan.

Ketiga, apa yang telah dilakukan oleh para tersangka telah mencederai prinsip-prinsip kebebasan pers di Indonesia.

Keempat, para tersangka adalah orang-orang yang terampil dan terlatih dalam menggunakan alat-alat kuasa serta belum dicopot keanggotaannya dari Polri.

Kelima, para tersangka masih berstatus anggota Polri aktif sehingga dimungkinkan memiliki akses untuk menghilangkan barang bukti.

“Kami menyadari bahwa penahanan tersangka maupun terdakwa merupakan kewenangan Subjektif Penyidik atau Penuntut Umum, namun dalam hal ini seharusnya Jaksa Penuntut umum juga mempertimbangan alasan-alasan objektif sebagaimana kami sampaikan tadi,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Kejaksaan Negeri Tanjung Perak Surabaya I Ketut Kusna Dedi mengatakan bahwa dua tersangka pelaku kekerasan terhadap jurnalis Nurhadi tidak ditahan karena ada permintaan dari Polda Jatim dan Polrestabes Surabaya.

Permintaan itu disampaikan kepada Kejaksaan Tinggi Jawa Timur melalui surat yang dikirimkan pada 24 Agustus 2021 lalu.

Ketut mengatakan kewenangan untuk penahanan sebenarnya ada pada Kejaksaan Tinggi Jawa Timur karena berkaitan dengan lokasi perkara atau locus delicti.

Ketut menjelaskan berdasarkan apa yang disampaikan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, dua tersangka; Firman Subkhi dan Purwanto tidak ditahan karena dianggap kooperatif. Selain itu ada surat permintaan dari kepolisian yang meminta tersangka tidak ditahan dengan alasan tenaganya masih dibutuhkan oleh institusi.

Selain itu ada juga permohonan dari keluarga tersangka yang menjamin bahwa keduanya akan bersikap kooperatif.

D For GAEKON