Tiba Di Indonesia, Harun Ditemani Lelaki Misterius

0

Jakarta – Kedatangan buronan KPK Harun Masiku di Indonesia sehari sebelum OTT KPK kepada Komisioner KPU Wahyu Setiawan memunculkan tanda tanya. Pasalnya, Harun terpantau kamera CCTV bandara selalu ditemani seorang pria berseragam.

baca juga : penampakan harun masiku di bandara

Laki-laki itu terus menemani Harun melintasi pos pemeriksaan Imigrasi hingga Bea dan Cukai. Harun datang di Terminal 2F. Dia memakainya kaus lengan panjang warna biru tua, memakai celana dan sepatu sport hitam. Harun tampak membawa tas belanja dan tas laptop.

Sebelumnya, Harun pergi ke Singapura pada 6 Januari 2020 menggunakan Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 832 dan duduk di kursi 6K, yang berangkat pukul 11.30 dan tiba pukul 14.20 waktu Singapura.

Keesokan harinya, Harun tiba di Indonesia menggunakan Batik Air. Kedatangan Harun di Soekarno-Hatta pun terekam kamera pengawas.

Usai keluar dari area kedatangan, Harun terlihat menaiki taksi Silver Bird Toyota Alphard. Sebelum masuk mobil, petugas berpakaian Lion Air–satu grup dengan Batik–datang mendorong troli berisi koper milik Harun. Petugas itu lalu memasukan koper itu ke mobil. Harun lalu membuka jendela dan melambaikan tangan ke petugas pria itu.

Marketing Communication Lion Air Danang Mandala Prihartono mengatakan belum mendapat informasi ada seorang petugas berpakaian Lion yang membawakan koper Harun itu.

Harun merupakan salah satu tersangka suap yang menyeret mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan. Harun diduga menyuap Wahyu agar bisa menjadi anggota DPR lewat mekanisme pergantian antarwaktu. 

Tim KPK menangkap Wahyu dan beberapa orang lainnya pada Rabu, 8 Januari 2020. KPK menyebut Wahyu sudah menerima uang Rp 600 juta dari total nilai suap Rp 900 juta untuk meloloskan Harun. Namun, hingga saat ini KPK belum juga menangkap Harun.

Sebelumnya, baik KPK maupun Kementerian Hukum dan HAM kompak menyebut Harun ada di Singapura. Informasi dari humas Imigrasi kan sudah jelas bahwa, berdasarkan data lalu lintas orang, dia ada di Singapura per tanggal 6 Januari,” ujar Ali.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Imigrasi Arvin Gumilang mengatakan Harun belum tercatat kembali ke Tanah Air. Begitu pula Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly ngotot menyatakan Harun masih di luar negeri. “Pokoknya belum di Indonesia,” kata politikus PDI Perjuangan itu pada Kamis, 16 Januari lalu.