Tidak Akur Menteri Pertahanan AS Dipecat oleh Donald Trump

0

Tidak Akur Menteri Pertahanan AS Dipecat oleh Donald TrumpGaekon.com – Akhirnya Presiden AS Donald Trump memecat Menteri Pertahanan AS, Mark Esper. Melalui akun Twitter, untuk menggantikan sementara jabatan Esper, Trump mengaku telah memerintahkan Direktur Pusat Penanggulangan Terorisme Nasional, yakni Christopher C. Miller.

“Dengan senang hati saya mengumumkan bahwa Christopher C. Miller, Direktur Pusat Penanggulangan Terorisme Nasional yang sangat dihormati (dengan suara bulat dikonfirmasi oleh Senat), akan menjadi Penjabat sementara Menteri Pertahanan, ini berlaku segera,” ujar Trump seperti yang dilansir Reuters, Selasa (10/11/2020).

“Chris akan melakukan pekerjaan hebat! Mark Esper telah dihentikan. Saya ingin berterima kasih atas jasanya,” sambungnya.

Kabar pemecatan Esper memang sudah tercium lama. Apalagi ada tiga pejabat Kementerian Pertahanan AS sebelumnya mengaku bahwa Esper tengah menyiapkan surat pengunduran diri. Selain itu, Esper menjadi salah satu menteri yang diperkirakan akan diusir Trump usai Pilpres AS.

Menurut kabar yang dilansir dari NBC, diketahui Esper memang telah lama berselisih dengan Trump. Selain itu, Esper bahkan membantu anggota Kongres merancang UU untuk menghapus nama-nama komandan militer tokoh Konfederasi menjadi nama pangkalan militer.

Diketahui Konfederasi AS terjadi pada masa perang sipil. Diketahui, terdapat 11 negara bagian konfederasi mendukung perbudakan. Terdapat 10 markas besar militer AS yang diberi nama tokoh-tokoh Konfederasi karena dianggap pahlawan. Padahal, konfederasi AS dinilai menjadi simbol rasialisme dan diskriminasi yang harus dihapuskan. Tuntutan itu kemudian bergejolak pada saat demo kematian warga kulit hitam, George Floyd.

Dengan adanya rancangan UU penghapusan nama tokoh konfederasi, hal itu semakin membuat Esper bertentangan dengan Trump. Sejauh ini, Trump adalah orang yang paling menentang perubahan nama pangkalan militer.

Selain itu, Esper telah memberikan kerangka kerja tertulis kepada para pemimpin Pentagon untuk mengganti nama instalasi tersebut. Selain instalasi, Esper juga memerintahkan penggantian nama untuk kapal dan sejumlah jalan di area pangkalan.

Menurut informasi dari pejabat Pentagon, Esper membuat kerangka kerja yang berisi ‘instalasi militer tidak dapat dinamai oleh seseorang yang telah mengkhianati AS atau melakukan tindak pidana, dan sebaliknya, harus diberi nama berdasarkan orang-orang yang telah memenuhi kriteria tertentu, seperti memperoleh Medal of Honor atau Silver Star, atau mencapai pangkat jenderal’.

Sebelumnya Donald Trump berkali-kali mengecam gagasan penghapusan nama Konfederasi. Akhirnya Trump berkicau di Twitter soal penolakannya itu pada bulan Juni lalu.

“Amerika Serikat melatih dan mengerahkan Pahlawan kita di tempat-tempat Suci ini, dan memenangi Perang Dunia. Oleh karena itu, pemerintahan kami tidak akan mempertimbangkan untuk mengganti nama instalasi militer yang luar biasa dan terkenal ini,” kata Trump.

“Sejarah kita sebagai bangsa terbesar di dunia tidak akan dirusak. Hormati militer kita!” lanjutnya.

Perselisihan mereka memang sudah lama terjadi. Ujung dari perselisihan itu terjadi ketika keduanya berdebat tentang pengerahan militer AS yang bertugas aktif untuk memadamkan protes.

Z For GAEKON