3 Kali Lebih Awet Dari Ban Biasa, Ini Harga Ban Tanpa Udara

0

3 Kali Lebih Awet Dari Ban Biasa, Ini Harga Ban Tanpa UdaraGaekon.com – Michelin dan Bridgestone kini berupaya mengembangkan produk ban tanpa udara. Bahkan Michelin sudah menentukan target mulai memproduksi ban tanpa udara bernama Unique Puncture-proof Tire System (Uptis) mulai 2024.

Seperti yang dilansir GAEKON dari CNN, Ban tanpa udara menjadi salah satu masa depan industri otomotif.

Harga Ban Tanpa Udara Sekitar Rp. 923.000

Michelin mengatakan ban tanpa udara Uptis bakal dijual antara US$40 atau senilai Rp639 ribu(kurs Rp14.202) hingga US$65 atau senilai Rp923 ribu per ban. Sementara untuk harga ban tanpa udara Bridgestone QuietTrack, disebut akan dilego lebih mahal, US$133 per ban atau sekitar Rp1,9 juta (kurs Rp14.217,75).

General Motor dan Michelin berharap mereka bisa meluncurkan ban tanpa udara ini ke publik pada tahun 2025.

Teknologi ban tanpa udara besutan Michelin dikembangkan selama lebih dari 16 tahun lalu. Sejak pertama kali ditulis gizmag.com pada 2005, produk ini menjadi cerita paling populer.

Menurut penjelasan Michelin, tidak ada cara untuk mengetahui berapa lama ban itu akan bertahan. Pengemudi harus memeriksa ban maksimal lima tahun.

Ban tanpa udara disebut bertahan sekitar tiga kali lebih lama dari ban konvensional. Michelin berharap tapak ban bisa bertahan dua hingga tiga kali lebih lama dari ban konvensional.

Pasalnya, pengemudi bisa mengganti karet tapak di sekitar lingkar luar ban saja jika ban sudah aus. Hal ini berbeda dari ban konvensional yang mengharuskan seluruh bagian ban diganti saat tapak ban aus, seperti dikutip Clean Technica. Sehingga, pengemudi disebut tidak perlu membawa ban serep selama perjalanan.

Keuntungan menggunakan ban tanpa udara ini pengendara tidak akan pernah bisa dihentikan oleh kebocoran ban. Sementara yang perlu dipertimbangkan masalah estetika.

Meskipun ban tanpa udara menjadi terobosan teknologi otomotif, ada hal yang perlu dipertimbangkan dalam penggunaan. Masalah estetika menjadi pertimbangan yang menjadi risiko kemajuan teknologi ban tersebut.

Ban tanpa udara ini sama seperti ban konvensional. Dari bentuk seperti donat, berwarna hitam, terbuat dari karet.

Namun, ban ini tidak dirancang untuk menampung udara jadi memiliki bentuk dinding borongga. Ban tanpa udara memiliki struktur yang terbilang unik pada bagian dinding. Fungsinya sebagai penyangga antara bagian tapak ban dengan pelek. Dari struktur tersebut bisa dipahami kerja ban tak akan menggunakan tekanan udara.

D For GAEKON