Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) atau tilang elektronik efektif berlaku mulai 14 Januari 2020. Sistem ini akan diuji coba mulai besok Rabu 8 Januari 2020. Uji coba dilakukan selama seminggu.

Selama trial, rekaman E-TLE digunakan sebagai barang bukti pelanggaran lalu lintas. Dirlantas Polda Jatim Kombes Budi Indra Dermawan mengatakan saat uji coba petugas menarget 100 pengendara yang ditilang setiap harinya.

Besok kami lakukan uji coba selama 7 hari dengan target minimal 100 pelanggar selama sehari,” kata Budi saat sosialisasi E-TLE di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Selasa 7 Januari 2020.

E-TLE sementara hanya diterapkan di Surabaya. Tetapi, tidak menutup kemungkinan kota atau kabupaten lain di Jatim juga memberlakukan tilang elektronik.

“Baru Surabaya saja, nanti Bapak Kapolda akan mengimbau juga pemerintah kabupaten kota di seluruh Jawa Timur untuk bisa menindaklanjuti ini memasang beberapa titik di daerahnya masing-masing,” jelas Budi.

Pihaknya mengaku sudah melakukan sosialisasi selama beberapa bulan terakhir. “Ini bentuk sosialisasi bahwa kami akan menerapkan e-tilang dan kita sudah lakukan sebulan, dua bulan yang lalu, masyarakat sudah mulai paham. Dan dulu setahun yang 2 tahun yang lalu, masyarakat pernah merasakan e-Tilang tapi sekarang kita lebih sempurnakan lagi,” paparnya.

Menurutnya, per tanggal 14 Januari itu, penegakan hukum sudah berdasarkan sistem E-TLE dari CCTV. Dia berharap adanya sistem ini membuat pengendara semakin tertib di jalan. Bila tak patuh, konsekuensi menanti dengan datangnya pemberitahuan tilang langsung ke rumah.

E-TLE sendiri merupakan sistem penegakan hukum lalu lintas berbasis TI dengan bantuan kamera pengawas. Cara kerjanya, CCTV akan mendeteksi jenis pelanggaran lalu lintas dan menyajikan data kendaraan bermotor secara otomatis atau Automatic Number Plate Recognition.

K For GAEKON

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here