Tim Pengukur Gorden Mulai Bergerak Ke Rumah Anggota DPR

0

Tim Pengukur Gorden Mulai Bergerak Ke Rumah Anggota DPRGaekon.com – Tim pengukur gorden kini sudah mulai mendatangi rumah-rumah anggota DPR. Hal ini diungkapkan oleh sekjen PAN Eddy Soeparno, Kamis (12/5).

“Saya dapat info bahwa tim pengukur gorden sudah mulai mendatangi rumah-rumah jabatan anggota hari ini,” ungkapnya.

Meski demikian, Eddy menolak pemasangan gorden tersebut. Sehingga akhirnya tim pengukur gorden tidak melanjutkan tugasnya untuk melakukan pengukuran.

“Penjaga rumah jabatan saya sudah menyampaikan kepada tim yang datang bahwa saya menolak pemasangan gorden. Iya (tim pengukur gorden) langsung balik kanan,” kata Eddy.

Eddy menyebut dirinya juga telah meminta seluruh anggota fraksi untuk menolak pemasangan gorden baru. Pihaknya mengatakan partainya sejak awal telah menolak pengadaan gorden yang dilakukan Kesekjenan.

“PAN tidak akan mau menerima pergantian gorden untuk anggota fraksinya seluruhnya. Itu sudah instruksi saya sebagai sekjen kepada seluruh anggota fraksi termasuk dikuatkan oleh instruksi dari ketua fraksi kepada seluruh anggota fraksi,” tuturnya.

Eddy juga telah mengimbau agar pihak kesekjenan membatalkan tender pengadaan gorden tersebut.

“Kami telah mengimbau kepada kesekjenan untuk membatalkan tender tersebut tetapi karena prosesnya sudah berjalan kami serahkan kepada kesekjenan DPR RI, boleh mendengarkan kami boleh juga tidak, Tetapi kalau tender tersebut bisa dibatalkan tanpa adanya denda atau sanksi pinalti apapun kepada kesekjenan DPR RI saya kira itu justru jauh lebih baik,” katanya.

Tender Gorden Rumah Dinas Anggota DPR Dimenangi Oleh PT Bertiga Mitra Solusi

Sebelumnya, tender gorden rumah dinas Anggota DPR dimenangi oleh PT Bertiga Mitra Solusi, perusahaan yang menawarkan harga tertinggi sebesar Rp 43,5 miliar.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR RI Indra Iskandar menjelaskan soal kronologi pemenangan tender tersebut. Indra awalnya menjelaskan gorden, vitrase, dan blind yang ada saat ini di RJA Kalibata dan RJA Ulujami merupakan hasil dari proses pengadaan atau lelang tahun anggaran 2010 sehingga perlu adanya pengadaan gorden baru.

“Dengan demikian usia atau masa pemakaiannya sudah 12 tahun sehingga sudah banyak yang lapuk dan rusak. Sejak tahun 2020, sudah banyak permintaan dari anggota Dewan kepada Kesetjenan untuk mengganti gorden, vitrase, dan blind di unit-unit RJA, yang kondisinya sudah tidak layak,” kata Indra.

Namun, Kesetjenan DPR tidak bisa memenuhi permintaan anggota Dewan dimaksud karena belum adanya alokasi anggaran.

“Pada tahun anggaran 2022 baru didapatkan alokasi anggaran untuk penggantian gorden, vitrase, dan blind. Namun hanya bisa dialokasikan untuk 505 unit RJA Kalibata,” terangnya.

D For GAEKON