Tipu Warga Soal Penerimaan PNS Hingga Rp 1 M, ASN Di Surabaya Akhirnya Ketangkap Polisi

0

Tipu Warga Soal Penerimaan PNS Hingga Rp 1 M, ASN Di Surabaya Akhirnya Ketangkap PolisiGaekon.com – Kasus dugaan penipuan dengan modus penerimaan pegawai negeri sipil (PNS) yang dilakukan Aparatur Sipil Negera (ASN) Pemerintah Kota Surabaya berinisial TR (57) akhirnya terungkap.

Melansir dari Kompas, Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Mirzal Maulana mengatakan, kasus dugaan penipuan itu baru terungkap karena pelaku melarikan diri ke Lampung.

Upaya penangkapan paksa itu dilakukan oleh Tim Opsnal Unit III Satreskrim Polrestabes Surabaya dipimpin AKP Jhoson Sianturi pada Senin (10/1) pukul 18.00 WIB.

TR dan istri sirinya ADS ditangkap di Desa Sindang Sari, Kecamayan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan.

“Di sana kami koordinasi dengan Polda Lampung dan Polres Lampung Selatan berhasil mengamankan kedua tersangka di rumah orangtua ADS di daerah Desa Sindang Sari, Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan,” ujar Mirzal.

Tak hanya TR, ADS juga ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penipuan itu. Penetapan tersangka dilakukan karena ADS selalu mendampingi TR saat meyakinkan dan menjanjikan korban akan diangkat menjadi ASN.

Mirzal menjelaskan, terdapat tujuh warga yang menjadi korban penipuan. Di antaranya, FS dengan kerugian Rp 180 juta, MS kerugian Rp 300 juta, ED kerugian Rp 110 juta, DS kerugian Rp 130 juta, AA kerugian Rp 55 juta, ADN kerugian Rp 150 juta, dan SG kerugian Rp 300 juta.

“Total kerugian yang diderita oleh para korban sebesar Rp 1.075.000.000,” tutur Mirzal.

Kedua tersangka kini ditahan di Mapolrestabes Surabaya dan dijerat Pasal 378 dan Pasal 372 KUHP tentang tindak pidana penipuan dan penggelapan.

Adapun barang bukti yang turut diamankan adalah kwitansi asli pembayaran dari pelapor kepada terlapor dan buku tabungan Bank Jatim milik korban FS.

Sebelumnya, polisi mendapat laporan kasus dugaan penipuan itu pada 23 November 2021. Sejak saat itu, TR tidak pernah masuk kerja. TR bersama istri sirinya, ADS (38), telah meninggalkan Surabaya menuju Lampung Selatan.

Kasus dugaan penipuan tersebut terungkap dari seorang pelapor berinisial ED yang mengadu kepada radio Suara Surabaya pada Kamis (25/11/2021). Penipuan itu bermula dari terduga pelaku yang menjadi langganan taksi online korban pada Mei.

Pada Juli 2021, ED ditawari menjadi ASN dengan status mutasi dari Jakarta ke Surabaya. Setiap orang diminta membayar Rp 150 juta. Akhirnya, ED membayar 300 juta untuk dua orang dengan menjual rumah warisannya.

ED dan istrinya sempat mendapatkan transferan uang dari TR sebesar Rp 4,7 juta sebanyak tiga kali. ED pernah menghubungi terduga pelaku, tetapi hanya diberikan janji saja mengenai perekrutan ASN tersebut.

D For GAEKON