Tok!! PBB Hapus Ganja dari Daftar Obat Berbahaya

0

Tok!! PBB Hapus Ganja dari Daftar Obat BerbahayaGaekon.com – Pada hari Rabu (2/12/2020), Akhirnya Komisi Narkotika PBB (CND) memutuskan menghapus ganja dari daftar obat-obatan berbahaya. Keputusan tersebut, dianggap sejalan dengan berbagai temuan riset yang membuktikan bahwa ganja memang memiliki efek terapeutik.

Kabarnya, sebelum dilakukannya pemungutan suara pada awal Desember ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) setidaknya telah memberikan enam rekomendasi pada tahun 2019 untuk meninjau ulang kembali ganja beserta turunannya yang telah diatur dalam The 1961 Single Convention on Narcotic Drugs.

Melansir Forbes (27/10/2020), dengan adanya rekomendasi untuk meninjau ganja tersebut kemudian direspons dengan melakukan pertemuan di Wina, Austria pada awal Oktober 2020. Namun, ditengah jalan ternyata terjadi perbedaan tipis dari hasil voting yang dilakukan PBB, yaitu 27/25.

Sedangkan para pendukung penghapusan ganja dari daftar obat terlarang rata-rata berasal dari Amerika Serikat dan Eropa. Sementara untuk negara-negara yang menolak ganja dijadikan sebagai obat medis terdiri dari China, Mesir, Pakistan, Nigeria, dan Rusia.

Adapun alasan dari negara yang melakukan penolakan ini memiliki pandangan dengan adanya kekhawatiran terhadap bahaya dan penyalahgunaan fungsi ganja sebagai obat.

Sedangkan dari hasil voting yang dilakukan PBB ini, akan dijadikan ujung tombak bagi berbagai negara untuk lebih banyak melakukan penelitian dan meninjau ulang mengenai regulasi terkait ganja yang berhubungan dengan fungsi medis.

Mengutip New York Times (2/12/2020), menurut Wakil Presiden di Canopy Growth (sebuah perusahaan ganja Kanada), Dirk Heitepriem mengungkapkan bahwa hasil voting adalah sebuah langkah yang besar. Dirinya juga berharap bahwa keputusan tersebut dapat mendorong negara-negara lain untuk mempermudah pasien mengakses obat, khususnya ganja.

Selain itu, PBB yang sudah menganggap ganja sebagai obat akan berdampak besar pada industri ganja dunia. Kabarnya, industri ganja diproyeksikan dapat mencapai lebih dari 75 miliar dolar AS pada tahun 2026.

Namun, hingga saat ini ternyata masih ada beberapa negara yang melegalkan ganja banyak menggunakan turunannya seperti Cannabidiol (CBD) dan nonintoxicating untuk kepentingan industri kesehatan. Dari sejumlah penelitian, CBD dapat digunakan untuk mengatasi berbagai penyakit. Mulai dari gangguan kecemasan, epilepsi, hingga skizofrenia.

Meskipun ganja sendiri sudah tidak dikategorikan sebagai obat terlarang, para peneliti dan ahli tetap menekankan tentang pentingnya kontrol global terhadap penggunaan ganja. Tidak hanya itu saja, tiap-tiap negara masih dapat membuat regulasi yang sesuai dengan kebutuhannya.

Z For GAEKON