Tokoh Senior PDIP, Sabam Sirait Meninggal Dunia, Begini Perjalanan Karier Politiknya

0

Tokoh Senior PDIP, Sabam Sirait Meninggal Dunia, Begini Perjalanan Karier PolitiknyaGaekon.com – Tokoh senior PDIP, Sabam Sirait meninggal dunia di RS Siloam, Karawaci, Tangerang, Banten, pada Rabu (29/9) pukul 22.37 WIB. Sabam meninggal di usia 85 tahun.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Tribun, Sabam meninggalkan istri, empat orang anak dan delapan cucu. Anggota DPD RI ini merupakan tokoh penting dalam berdirinya PDIP.

Sabam menjadi anggota DPD RI menggantikan AM Fatwa yang meninggal pada Desember 2017. Karier politik Sabam Sirait telah melalui tujuh kali masa pemerintahan presiden.

Hal inilah yang membuat Sabam menjadi politisi senior. Sabam terpilih kembali menjadi anggota DPD RI tahun 2019 dengan raihan 626.618 suara.

Profil Sabam Sirait

Sabam menikah dengan seorang dokter lulusan Universitas Sumatera Utara, Sondang Sidabutar. Ia dikaruniai 4 orang anak.

Sabam adalah anak pertama dari tiga bersaudara. Ayahnya, FH Sirait merupakan seorang pensiunan Departemen PU & T dan juga pendiri Partai Kristen Indonesia (Parkindo). Sementara sang ibu, Julia Sibuea merupakan bekas pedagang beras.

Politisi kelahiran Sumatera Utara, 13 Oktober 1936 ini menempuh pendidikan di SD, Pematangsiantar (1949), SMP, Pematangsiantar (1952), SMA, Medan (1955) dan Fakultas Hukum UI, Jakarta (1960), namun pendidikannya itu belum selesai.

Sabam memulai karier politik saat kuliah di Fakultas Hukum UI, Jakarta pada tahun 1958. Ia meneruskan karier politik sang ayah.

Saat itu, Sabam menjadi Ketua Cabang Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Jakarta. Setelah melihat adanya kekosongan saat partai-partai dibubarkan Presiden Sukarno, Sabam terjun ke politik.

Pada tahun 2015, Sabam Sirait dianugerahi Presiden Joko Widodo penghargaan Bintang Mahaputera Utama sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi Sabam di dunia perpolitikan.

D For GAEKON