Tolak Pakai Kapas Xinjiang, H&M Diboikot Warganet Tiongkok

0

Tolak Pakai Kapas Xinjiang, H&M Diboikot Warganet TiongkokGaekon.com – Label fast-fashion H&M diboikot oleh Partai Komunis Tiongkok karena menolak memakai kapas dari hasil kerja paksa muslim Uighur.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Vice, Kapas tersebut diproduksi oleh kelompok etnis minoritas di Xinjiang. Partai tersebut menyerang perusahaan asal Swedia melalui postingan di media sosialnya.

H&M dituduh berbohong tentang pelanggaran HAM di Xinjiang. Media nasional bahkan turut melancarkan serangan terhadap H&M, tepat ketika pemerintah membalas sanksi yang dijatuhkan oleh Amerika Serikat, Uni Eropa, Inggris dan Kanada.

“[H&M] membuat kebohongan dan memboikot kapas Xinjiang, tapi masih ingin mencari keuntungan di Tiongkok?” bunyi salah satu postingannya, memicu gelombang amarah warganet. “Jangan mimpi, deh!”.

Orang Uighur diduga terjebak dalam praktik kerja paksa. Menyusul adanya isu kerja paksa di wilayah itu, Berbagai merek internasional berjanji akan stop impor kapas dari Xinjiang.

Bahkan, Pemerintah Tiongkok telah menahan ratusan ribu warga Uighur dan minoritas Muslim lainnya dengan alasan “pendidikan ulang”.

Beijing membantah tuduhan tersebut dan bersikeras ingin mengentaskan warga minoritas dari kemiskinan dengan membekali mereka keterampilan kerja.

Pemerintah mengklaim pelanggaran HAM hanyalah karangan kelompok anti-pemerintah. Warganet Tiongkok juga menyerukan boikot terhadap merek lain yang menolak pakai kapas Xinjiang. Beberapa di antaranya adalah Uniqlo, Nike dan Gap.

Sebelumnya, Pada Rabu (24/3), produk H&M sudah hilang dari situs jual beli Taobao. Bahkan toko onlinenya juga tidak bisa diakses lagi.

Artis yang sempat menjadi brand ambassador H&M di Tiongkok, Huang Xuan dan Victoria Song mengakhiri kesepakatan mereka dengan label karena kecewa.

D For GAEKON