Mojokerto – Seorang tukang pijat dan calo vila diamankan pihak berwajib setelah keduanya digerebek saat melakukan threesome. Keduanya adalah Rahayu Ardi Kurniawan alias Marcel (37), warga Desa/Kecamatan Trawas, Mojokerto bersama Mustofa alias Putra (38), warga Desa Sawo, Kecamatan Kutorejo, Mojokerto yang tinggal di Desa/Kecamatan Pacet, Mojokerto.

Sembari menawarkan vila, Rahayu teryata juga menjajakan layanan seks threesome ke para tamu. Ibu tiga anak lalu bekerjasama dengan Mustofa, yang sehari-harinya merupakan tukang pijat plus itu, agar berpura-pura menjadi suaminya. Mustofa biasa dipanggil sebagai gigolo dengan modus tukang pijat yang menawarkan layanan plus.

“Modusnya mereka (Mustofa dan Rahayu) pura-pura sebagai pasangan suami istri untuk menarik pelanggan supaya tidak sungkan dan lebih nyaman,” jelas Kapolres Mojokerto AKBP Feby Dapot Parlindungan Hutagalung pada GAEKON saat jumpa pers di Mapolres Mojokerto, Jalan Gajah Mada, Kecamatan Mojosari, Senin (10/2).

Feby menjelaskan bahwa tersangka Rahayu mengaku telah tiga kali melayani seks threesome dalam setahun terakhir. Alasannya klasik, terhimpit kebutuhan ekonomi. Rahayu sendiri mempunyai suami dan tiga anak. “Pura-pura jadi suami istri supaya pelanggannya mau. Karena pelanggannya minta suami istri,” jelas Feby.

Mustofa sendiri mengaku hanya diajak oleh Rahayu untuk melayani tamu. Dia bersedia mengaku sebagai suami Rahayu karena diberi imbalan Rp 300 ribu. “Saat ditangkap main cuma sebentar. Saya yang pertama main. Belum sempat terima imbalan sudah digerebek,” tandas pria yang sudah lama menduda ini. Mustofa mengaku punya ramuan khusus agar dirinya bisa tahan lama dalam berhubungan.

Rahayu memasang tarif Rp 1,5 juta untuk sekali threesome kepada pelanggannya. Tarif itu belum termasuk sewa vila Rp 500 ribu yang dibebankan kepada pelanggan. Mustofa dapat Rp 300 ribu, sementara Rahayu dapat Rp 1,2 juta.

Layanan seks threesome yang dijajakan Rahayu dan Mustofa sudah berjalan selama setahun. Mereka melayani pelanggan wanita maupun pria. Praktik prostitusi seks nyeleneh ini dibongkar Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Mojokerto pada Kamis (6/2) sekitar pukul 11.30 WIB. Akibat perbuatannya, Mustofa dan Rahayu dijerat dengan pasal 296 dan 506 KUHP. Mereka diancam hukuman maksimal 1 tahun dan 4 bulan penjara.

Baca juga : Prostitusi Berkedok Warung Kopi di Ponorogo, 8 PSK Diamankan

W For GAEKON

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here