Tuntut THR Hingga UMSK, Hari Ini Buruh Akan Demo Besar-Besaran

0

Tuntut THR Hingga UMSK, Hari Ini Buruh Akan Demo Besar-BesaranGaekon.com – Sebanyak 10.000 buruh secara nasional akan turun untuk melakukan demo besar-besaran hari ini (12/4).

Seperti yang dilansir GAEKON dari Detik, Mereka akan melakukan aksinya di depan Gedung Mahkamah Konstitusi (MK). Hal ini diungkapkan oleh Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal.

Aksi di depan Gedung MK ini hanya akan dihadiri oleh para perwakilan buruh. Said mengatakan bahwa akan ada perwakilan sekitar 50 orang yang akan melakukan orasi di depan Gedung MK.

Aksi demo besar-besaran ini sesuai jadwalnya dilakukan mulai pukul 09.00 hingga 13.00 WIB. Said memastikan bahwa semua yang turut hadir dalam demo sudah melakukan rapid antigen.

“Akan diikuti kurang lebih 10 ribu buruh di seluruh Indonesia. Ada 20 provinsi dan 150 kabupaten dan kota. Aksi pusatnya di Gedung MK mungkin ada perwakilan dari daerah 50 orang dan sudah di-rapid antigen,” terangnya.

Said mengungkapkan bahwa ada empat hal yang dituntut para buruh dalam aksinya hari ini. Pertama, buruh meminta MK setuju untuk membatalkan dan mencabut UU no 11 tahun 2020 mengenai Cipta Kerja. Khususnya pada klaster ketenagakerjaan yang dinilai mengancam hak para buruh.

Kedua, buruh meminta agar THR tidak lagi dicicil seperti tahun lalu. Said mengatakan sampai saat ini saja masih banyak pekerja yang THR-nya di tahun 2020 dicicil dan belum selesai dilunasi perusahaan.

Ketiga, buruh menuntut agar sistem upah minimum sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) 2021 diberlakukan. Yang terakhir, mereka meminta agar dugaan korupsi di BPJS Ketenagakerjaan diusut tuntas.

Sisanya, aksi akan dilakukan secara menyebar mulai dari kantor kepala daerah, hingga aksi massa di 1.000 kawasan pabrik oleh para buruh.

Said juga mengungkapkan bahwa para buruh di kawasan pabrik akan keluar dari tempat produksi dan melakukan orasi.

Aksi ini tersebar mulai dari pabrik-pabrik di kawasan industri Cikupa, Cilegon, Jababeka, Karawang, dan lain-lain.

“Puluhan ribu buruh itu di gerbang pabrik masing-masing. Misal di kawasan indutri Cikupa, Cilegon, Jababeka, Karawang, dan lainnya mereka di pabrik-pabrik itu akan keluar dari tempat produksi,” kata Said.

D For GAEKON