Surabaya, JATIM – Pemkot Surabaya diminta dewan untuk memprioritaskan warga terdampak pergantian 8 Ruas nama jalan. Permintaan itulah dirumuskan oleh Pansus DPRD Surabaya dalam hearing di Komisi D Senin 13 Januari 2020.

Dalam agenda itu, Komisi D DPRD Surabaya juga menggandeng Dispendukcapil sebagai langkah pengurusan administrasi warga terdampak.

“Kita tadi juga mengundang Dispendukcapil untuk tanya apakah ada prioritas, karena ini kan usulan dari pemkot. Itu nanti perubahan administrasi KK dan KTP. Itu nanti mungkin blankonya untuk perubahan KTP akan didahulukan. Tapi untuk KK mereka bisa nge-print di kecamatan,” kata Ketua Komisi D DPRD Surabaya Khusnul Khotimah kepada GAEKON.

Khusnul menambahkan, pansus meminta timeline untuk menghitung waktu dalam mengubah data administrasi supaya warga bisa mendapat kepastian hukum. Sehingga, ketika sosialisasi dilakukan ke warga, timeline itu bisa dipaparkan.

Selain itu, pansus juga menyampaikan penolakan warga atas penggantian nama jalan. Seperti Jalan Bung Tomo dan Jalan Komjen Pol M Yasin. Penggiat sejarah tidak ingin nama jalan itu berubah.

“Ada usulan dari penggiat sejarah agar Jalan Bung Tomo tidak diubah menjadi Jalan Kencana. Tapi diusulkan menjadi Jalan Makam Bung Tomo untuk menjadi tanda,” sambungnya.

Jalan Bung Tomo sendiri akan dipindah Walikota Surabaya. Dari yang semula di Ngagel ke Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB). Alasannya Jalan Bung Tomo saat ini hanya 466 meter. “Maka Bu Risma mengusulkan di JLLB ini lebih panjang hampir 4 km,” lanjut Khusnul.

Sementara itu Jalan Komjen Pol M Yasin disarankan oleh sejarawan Surabaya agar namanya tidak diubah menjadi Jalan Menganti melainkan, menjadi Jalan Sawunggaling. Sebab menurut mereka di sana ada peninggalan sejarah yang berhubungan dengan Sawunggaling.

Sebelumnya, Pemkot Surabaya berencana untuk mengganti 8 ruas jalan yang ada. Rinciannya mulai dari Jalur Lingkar Luar Barat (JLLB) yang akan terbagi dua. Sepanjang 6.368 meter akan diberi nama Jalan Bung Hatta. Yang dimulai dari pertigaan Jalan Menganti hingga Jalan Sememi. Sedangkan 3.960 meter sisanya akan diberikan nama Jalan Bung Tomo. 

Lalu Jalan Singapore (di kawasan Benowo), Jalan Kauman, Jalan Gendong depan Stadion Gelora Bung Tomo akan berubah menjadi Jalan Abdul Wahab Hasbullah dengan panjang 5.897 meter.

Jalan Menganti (sebagian) akan diubah menjadi Jalan Komjen Pol M Yasin dengan panjang 4.021 meter. Mulai dari pertigaan Jalan Mastrip hingga pertigaan Jalan Babatan Unesa.

Jalan Sukomanunggal Jaya diubah menjadi Jalan Pangeran Antasari dengan panjang 1.114 meter. Mulai perempatan Jalan Kupang Jaya hingga Jalan Tanjung Sari Indah.

Sementara di Jalan Raya Satelit, Jalan Darmo Harapan I dan Jalan Darmo Harapan III diubah menjadi Jalan Hassanudin dengan panjang 1.068 meter. 

Sedangkan Jalan Bintang Diponggo diubah menjadi Jalan Slamet Riyadi dengan panjang 592 meter.

Selanjutnya Jalan Bung Tomo diubah menjadi Jalan Kencana. Mulai dari Jembatan BAT hingga pertigaan makam Ngagel Rejo (Jalan Ngagel Rejo) dengan panjang 466 meter. 

K For GAEKON

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here