Berkonsep ‘Disease Triangle’, Undip Luncurkan Bus Anticovid Pertama Di Indonesia

0

Berkonsep 'Disease Triangle', Undip Luncurkan Bus Anticovid Pertama Di IndonesiaGaekon.com – Pandemi Covid-19 membuat banyak orang berinovasi menciptakan teknologi baru. Seperti Universitas Diponegoro (Undip) baru saja meluncurkan bus anticovid pertama di Indonesia pada Selasa (9/11).

Melansir dari Kumparan, Bus Bio smart and safe ini merupakan hasil penelitian bersama antara Universitas Diponegoro dengan Karoseri Laksana dan PO Sumber Alam. Kerja sama ini merupakan implementasi dari program matching fund kedaireka.

Matching Fund adalah bentuk nyata dukungan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk penciptaan kolaborasi dan sinergi strategis antara Insan Dikti (lembaga perguruan tinggi) dengan pihak industri.

Ketua tim program ini adalah Awal Prasetyo dari Fakultas Kedokteran UNDIP. Rektor Universitas Diponegoro Prof.Dr. Yos Johan Utama, SH.,M.Hum. sangat mengapresiasi inovasi yang bermanfaat ini.

”Inovasi yang sudah dirancang ini jangan berhenti sampai di sini saja. Harus terus berkembang, seperti pesan Ki Hajar Dewantara bahwa kita harus nontoni, niteni, nambahi. Artinya buat inovasi ini menjadi murah, simpel dan smart. Dari model bus, diharapkan dapat didesain menjadi mobil yang desainnya lebih sederhana, biaya lebih murah tetapi lebih canggih” kata Yos.

Yos menilai bahwa dari program matching fund ini akan menghasilkan karya-karya hebat yang mendukung industri dan tranportasi yang akhirnya menghasilkan RGA (Revenue Generating Activities).

Ketua Tim Awal Prasetyo melaporkan pengembangan riset bus anticovid ini sudah dijalankan pada awal pandemi tahun 2020 yang didanai program matching fund kedaireka.

Ada 3 komponen penting, yakni penerapan physical distancing dengan kursi berjarak, aplikasi nanosilver supaya bebas mikroba dan bakteri serta penyediaan masker herbal.

Dokter Awal menerangkan dalam mencegah penyebaran virus Covid-19, bus didesain dengan konsep ‘disease triangle‘ atau segitiga sakit.

Setiap ingkungan (environment), ada agen penyebab sakit (pathogen) dan inang (host). Pada aspek lingkungan, tata letak kursi penumpang menganut prinsip physical distancing.

Sirkulasi udara kabin dirancang khusus agar udara menjadi lebih bersih dan sehat. Sistem sirkukasi udara Bio Smart Bus ini adalah setelah AC dinyalakan dan mendinginkan kabin. Kemudian udara akan dihisap oleh inlet AC yg terdapat pada bagian bawah bus, sehingga udara di kabin bus akan selalu fresh.

Udara yang dihisap kemudian disalurkan melalui HEPA filter, UV- C lamp yang berfungsi untuk menyaring partikel-partikel yang sangat kecil seperti virus dan mengurainya.

Untuk aspek patogen, seluruh permukaan interior kabin sudah dilapisi nano silver. Nano silver berfungsi menguraikan virus-virus yang menempel pada permukaan interior bus. Dengan adanya Hepa Filter, UV-C lamp, dan Nano Silver, maka jumlah virus atau peredaran virus pada kabin bus akan diminimalisasi secara signifikan.

“Untuk menambah proteksi penumpang bus, secara cuma-cuma setiap penumpang akan mendapat masker herbal yang terbukti secara klinis dapat meningkatkan imun bagi penggunanya. Masker herbal yang dibagikan kepada penumpang juga merupakan inovasi dari peneliti UNDIP” katanya.

Kepala Sekretariat dan Protokol UNDIP Dr. Agus Suherman, S.Pi,M.Si. mengatakan bus anticovid ini adalah wujud dukungan UNDIP untuk membantu Pemerintah mengurangi penyebaran virus corona. Peluncuran bus anticovid itu dilangsungkan di halaman gedung Rektorat UNDIP Tembalang.

D For GAEKON