Unik Santri di Kudus Bikin Klepon Hijrah Berisi Kurma

0

Gaekon.com – Pondok Pesantren (ponpes) Entrepreneur Al Mawaddah yang terletak di Honggosoco Kecamatan Jekulo, Kudus, Jawa Tengah ini memiliki keunikan dalam menamai sebuah makanan. Karena bernuansa Islam, santri-santri di ponpes tersebut membuat sebuah makanan yang dinamai klepon “hijrah” yang didalamnya berisikan kurma.

“BLK (balai latihan kerja) ini, BLK pengolahan hasil pertanian, namun pada angkatan keempat (tahun 2020) ini kita mengadakan produksi kue dan roti. Minggu lalu ada makanan khas yang dibully, katanya tidak islami. Karena BLK dibawah pesantren akhirnya santri peserta pelatihan punya usul, gimana kita bikin klepon yang islami. Akhirnya kita bikin adat Jawa lama ini, itu (klepon) dikasih isinya dari kurma. Jadi menarik, yang dianggap tidak islami kan jadi islami,” kata Pengasuh Ponpes Al Mawaddah, Sofyan Hadi, Rabu (28/7/2020).

Menurut Sofyan, dinamakan klepon hijrah, karena memiliki perpaduan dua akulturasi budaya. Yakni budaya Jawa dan Arab. Tradisi Jawa berupa klepon dan sedangkan kurma merupakan makanan khas dari Arab.

“Itu kurmanya bukan utuh. Itu kurmanya sudah diblender. Jadi masih ada khas klepon dicampurkan gula aren,” kata dia.

Sofyan juga menambahkan, klepon yang dibuat ini terbilang cukup unik. Karena makanan yang dibuat begitu sangat sederhana. Bahkan, makanan klepon ini mencerminkan tradisi lokal. Apalagi untuk tetap menjaga moral asli Indonesia.

“Klepon ini unik, karena kesederhanaan, bahan makanan lokal. Kalau makan klepon tidak boleh ngomong kalau makan klepon sambil bicara akan bisa muncrat (isinya gula aren),” ujar dia.

Sejak dibuatnya klepon tersebut, Sofyan mengatakan, bagi peserta pelatihan, ternyata sudah ada sejumlah pesanan yang datang. Dirinya menjelaskan, didalam pelatihan tersebut, terdapat sebanyak 16 orang, yang terdiri dari santri dan masyarakat setempat.

“Ada 16 peserta mereka terdiri dari santri dan masyarakat sekitar. Pelatihan 24 hari ini itu diajarkan tidak hanya diajarkan buat roti dan kue yang menunya banyak ada 20 menu, diberikan pelatihan secara bergantian. Termasuk juga pemasaran bagaimana juga dilakukan lewat pemasaran,” ujar dia.

Sementara itu, menurut Staf BLK Al Mawaddah, Muhammad Luthfi Syaf mengatakan, klepon hijrah ini dihadirkan dengan adanya perpaduan antara klepon yang berisi kurma. Klepon merupakan makanan khas dari Jawa sedangkan kurma berasal dari timur tengah. Dirinya mengatakan, bahwa klepon juga merupakan makanan kesukaan Nabi Muhammad SAW.

“Klepon itu dinamakan klepon hijrah karena perpaduan antaranya klepon dengan kurma. Itu perpaduan antara klepon makanan tradisional Jawa dan kurma merupakan makanan dari timur tengah, kurma itu disukai oleh nabi Muhammad Saw,” kata dia.

Untuk harganya, Lutfhi mengatakan harga klepon hijrah dibandrol dengan harga Rp 3 ribu hingga Rp 5 ribu. Tergantung dari besarnya ukuran klepon tersebut. Setiap satu bungkus ada sebanyak empat biji klepon hijrah.

“Kalau disini isi kurma dipatok harga Rp 3 ribu sampai dengan Rp 5 ribu isi empat biji,” imbuh Lutfi.

Seperti yang diketahui sebelumnya, baru-baru ini viral dengan kabar yang menyebutkan bahwa makanan klepon tidak islami. Bahkan kabar tersebut beredar luas di media sosial yang memicu perdebatan yang menimbulkan pro kontra dari warganet.

Z For GAEKON